Penelitian ini mengevaluasi kembali data hasil uji kuat tekan beton rencana K-225 yang berasal dari empat kelompok praktikum dengan campuran dan umur pengujian berbeda. Sebanyak 16 benda uji kubus berukuran 150 × 150 × 150 mm dianalisis pada umur 24, 31, 50, dan 91 hari. Kelompok yang dikaji terdiri atas beton normal, beton ringan dengan abu boiler dan foam agent, beton dengan abu cadas, serta beton berserat sabut kelapa. Data beban maksimum dihitung ulang menggunakan luas tekan aktual 225 cm², sedangkan densitas dihitung dari massa dan volume benda uji. Analisis meliputi nilai rata-rata, simpangan baku, koefisien variasi, rasio pencapaian terhadap nilai nominal K-225, serta hubungan densitas-kuat tekan. Hasil menunjukkan densitas rata-rata 1.518,52 kg/m³ - 2.157,63 kg/m³ dan kuat tekan rata-rata 5,72 MPa - 8,11 MPa. Kelompok abu cadas umur 50 hari menghasilkan rata-rata tertinggi sebesar 8,11 MPa, sedangkan beton ringan abu boiler dan foam agent umur 91 hari menghasilkan rata-rata terendah sebesar 5,72 MPa. Seluruh kelompok hanya mencapai 25,9% - 36,8% dari nilai nominal K-225 (22,06 MPa). Koefisien variasi berkisar 12,12 - 38,49%, yang menunjukkan ketidakseragaman cukup besar pada sebagian kelompok. Hubungan densitas dan kuat tekan bersifat positif sedang (r = 0,49; R² = 0,24), tetapi belum kuat secara statistik. Karena umur pengujian tidak dikontrol pada campuran yang sama, pengaruh umur dan pengaruh komposisi tidak dapat dipisahkan secara kausal. Temuan ini menegaskan perlunya standardisasi mix design, pemadatan, curing, pencatatan material, dan replikasi pengujian untuk mencapai mutu rencana secara konsisten.