Digital disruption has brought about significant changes in people’s lifestyles, including in the process of shaping children’s character within the family environment. Technological advancements offer various conveniences, yet they also pose serious challenges to children’s moral, spiritual, and character values. Moreover, the family, as the first and primary educational institution, faces the pressure of a trend towards the degradation of children’s character, such as a decline in discipline, empathy, and responsibility resulting from uncontrolled exposure to digital media and devices. This study aims to examine the response of family education based on pastoral theology in addressing digital disruption and the degradation of children’s character. Using a descriptive qualitative method with a literature review approach, it can be concluded that digital disruption has a significant impact on children’s development, contributing to character degradation through various factors such as uncontrolled exposure to technology and a lack of guidance. In addressing this, family education plays a crucial role in shaping children’s character based on biblical values. Therefore, a pastoral theological approach offers an integrative and relevant solution to strengthen the family’s role as the centre for children’s character development amidst the challenges of the digital age.AbstrakDisrupsi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola kehidupan masyarakat, termasuk dalam proses pembentukan karakter anak di lingkungan keluarga. Kemajuan teknologi menghadirkan berbagai kemudahan, namun juga menimbulkan persoalan serius terhadap nilai-nilai moral, spiritual dan karakter anak. Apalagi keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama menghadapi tekanan adanya kecenderungan degradasi karakter anak, seperti menurunnya sikap disiplin, empati, dan tanggung jawab akibat paparan media digital dan gawai yang tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon pendidikan keluarga berbasis teologi pastoral dalam menghadapi disrupsi digital dan degradasi karakter anak. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa disrupsi digital membawa dampak signifikan terhadap perkembangan anak yang berkontribusi pada terjadinya degradasi karakter melalui berbagai faktor seperti paparan teknologi yang tidak terkontrol dan lemahnya pendampingan. Dalam menghadapi hal tersebut, pendidikan keluarga memiliki peran yang krusial dalam membentuk karakter anak berdasarkan nilai-nilai Alkitabiah. Oleh karena itu, pendekatan teologi pastoral menjadi solusi yang integratif dan relevan dalam memperkuat fungsi keluarga sebagai pusat pembinaan karakter anak di tengah tantangan era digital.