Mohd. Abi Rafdi
Universitas Swadaya Gunung Jati, Kota Cirebon, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penilaian Kelayakan Fasilitas Pejalan Kaki Berbasis Global Walkability Index (GWI) di Kawasan Perdagangan Gunung Sari-Cipto, Kota Cirebon Maulana Subakti Prawira Negara; Mohd. Abi Rafdi
Jurnal Siber Transportasi dan Logistik Vol. 4 No. 2 (2026): (JSTL) Jurnal Siber Transportasi dan Logistik (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jstl.v4i2.1049

Abstract

Kota Cirebon menempati peringkat ketiga Most Livable City Index (MLCI) IAP 2022, dengan indikator fasilitas pejalan kaki meraih nilai tertinggi secara nasional (79) yang sepenuhnya bersumber dari survei persepsi warga kotanya, bukan pengukuran fisik lapangan. Kesenjangan antara kepuasan persepsional dan kondisi fisik aktual lazim ditemukan dalam kajian walkability perkotaan sehingga perlu diuji secara empiris. Penelitian ini menilai kelayakan fisik fasilitas pejalan kaki di Kawasan Strategis Kota (KSK) Gunung Sari–Cipto, kawasan perdagangan dan jasa yang ditetapkan RTRW Kota Cirebon, menggunakan Global Walkability Index (GWI). Pendekatan kuantitatif deskriptif diterapkan melalui observasi fisik langsung pada empat ruas jalan (3.543,79 meter, sepuluh segmen berinterval 400 meter), dinilai pada sembilan parameter GWI berbobot dan diagregasi menggunakan pembobotan panjang ruas. Hasil menunjukkan Nilai GWI Kawasan sebesar 65,98, berkategori "Waiting to Walk", dengan satu ruas, yaitu Jl. Tentara Pelajar, jatuh pada kategori "Not Walkable" (47,75), sementara Jl. RA. Kartini memperoleh nilai tertinggi (84,00). Fasilitas penyeberangan pejalan kaki konsisten menjadi parameter terlemah di seluruh ruas, mengindikasikan persoalan yang bersifat sistemik, bukan sekadar defisiensi lokal. Temuan ini mengungkap kesenjangan yang signifikan antara klaim persepsional MLCI dan kondisi fisik terukur, menegaskan bahwa pemeringkatan berbasis persepsi tidak serta-merta mencerminkan kualitas infrastruktur pejalan kaki aktual pada skala kawasan