Sri Daryati
Stikes Guna Bangsa Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu Tanggap Tentang Edukasi Deteksi Dini Dan Manajemen Awal Diare Serta ISPA Pada Balita Di TPMB Medhisa Tegalrandu Grabag Siswanto Pabidang; Chentia Misse Issabella; Sri Daryati
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1535

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pemberdayaan Ibu Tanggap tentang Edukasi Deteksi Dini dan Manajemen Awal Diare serta ISPA pada Balita di TPMB Medhisa Tegalrandu Grabag” bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mengenali tanda bahaya serta melakukan penanganan awal diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita. Diare dan ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia, sedangkan keterlambatan deteksi dini masih sering terjadi akibat rendahnya pengetahuan ibu, adanya miskonsepsi budaya, dan keterbatasan dalam mengenali gejala objektif. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di TPMB Medhisa Tegalrandu Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dengan melibatkan ibu yang memiliki balita usia 1–4 tahun, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, demonstrasi dan simulasi kasus sederhana, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Materi edukasi mencakup deteksi dini tanda bahaya diare dan ISPA, cara menghitung frekuensi napas, penanganan awal di rumah, serta pentingnya segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan gejala berat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai tanda bahaya diare dan ISPA, berkurangnya kepercayaan terhadap mitos terkait penyakit pada anak, serta meningkatnya kemampuan ibu dalam melakukan penanganan awal sebelum membawa anak ke fasilitas kesehatan. Kegiatan ini diharapkan menjadi upaya promotif dan preventif yang efektif dalam menurunkan risiko komplikasi serta mendukung peningkatan derajat kesehatan balita di masyarakat.