ABSTRACT Social Studies (IPS) learning at the junior high school level is still predominantly reliant on conventional learning resources, resulting in the underutilization of local historical and cultural heritage as instructional media. This condition limits the contextualization of learning and contributes to students' low interest in understanding Social Studies content. This study aimed to analyze the relevance of the collections of the RAA Adiwidjaja Museum to Social Studies materials and to describe the implementation of the museum as a learning resource at SMPN 4 Tarogong Kidul. The study employed a qualitative descriptive approach conducted at SMPN 4 Tarogong Kidul, involving a Social Studies teacher and seventh-grade students as the research participants. Data were collected through observations, interviews, documentation, and document analysis, while data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the collections of the RAA Adiwidjaja Museum are highly relevant to local history content in Theme 4, Community Empowerment, for Grade VII, making them an appropriate contextual learning resource for Social Studies. The implementation of museum-based PowerPoint media enhanced students' classroom participation, learning interest, and understanding of the subject matter. Although direct museum visits provide a more authentic learning experience, the use of digital media offers an effective alternative for schools with limited facilities and financial resources. The novelty of this study lies in the integration of local museum collections into digital learning media as a Social Studies instructional strategy that preserves historical values and local identity without relying on educational field trips. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat sekolah menengah pertama masih didominasi penggunaan sumber belajar konvensional sehingga pemanfaatan potensi sejarah dan budaya lokal sebagai media pembelajaran belum optimal. Kondisi tersebut mengakibatkan proses pembelajaran kurang kontekstual dan berdampak pada rendahnya minat peserta didik dalam memahami materi IPS. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi koleksi Museum RAA Adiwidjaja dengan materi IPS serta mendeskripsikan implementasi museum sebagai sumber belajar di SMPN 4 Tarogong Kidul. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SMPN 4 Tarogong Kidul dengan subjek penelitian guru IPS dan peserta didik kelas VII. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis dokumen, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa koleksi Museum RAA Adiwidjaja memiliki keterkaitan yang kuat dengan materi sejarah lokal pada Tema 4 Pemberdayaan Masyarakat kelas VII sehingga layak dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS yang kontekstual. Implementasi pembelajaran melalui media PowerPoint berbasis koleksi museum mampu meningkatkan keaktifan, ketertarikan, dan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran. Meskipun kunjungan langsung ke museum memberikan pengalaman belajar yang lebih autentik, penggunaan media digital menjadi alternatif yang efektif bagi sekolah dengan keterbatasan fasilitas maupun anggaran. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi koleksi museum lokal ke dalam media pembelajaran digital sebagai strategi pembelajaran IPS yang tetap mempertahankan nilai sejarah dan identitas lokal tanpa bergantung pada pelaksanaan study tour.