Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PELATIHAN ASSESSMENT PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PROGRAM ITEMAN PADA PENDIDIK IPS DI KABUPATEN GARUT Tetep Tetep; Eldi Mulyana; Triani Widyanti
Jurnal Pekemas Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Pekemas Tahun 2018
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Assessment of learning is very important by a teacher. A good assessment will positively influence the performance of a teacher. Through assessment, teachers can find out how far students can achieve the required level of competence. During this time, school and national exam tests used multiple choice tests. It is important that a teacher has competence in analyzing the items of the problem he made. Because of this, Iteman program comes as an alternative assessment of learning to analyse problem items and other statistical data. The purpose of this dedication is to provide training assessment learning by using Iteman program to social studies teachers in Garut District. The method is to give a theory lecture and proceed with the training of the Iteman program. The results of the evaluation of this activity concluded that there is an increase in knowledge and skills on assessment of learning in social studies teachers in Garut District, as well as 80% of the teachers of social studies understand the application methods of Iteman program after practicing directly during training.
Penguatan Kegiatan Pembelajaran IPS melalui Social Science Vocabulary Recognition Model through Guessing Games Eldi Mulyana; Alni Dahlena
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 3 (2022): Proceedings of Social Studies Learning Challenges in the 21st Century
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v3i.316

Abstract

The rapid development of learning has an influence on the learning process in the teaching unit. In the midst of current conditions, it is undeniable that it has an influence on the decline in student interest in learning. The current learning system process is through the concept of distance learning, of course, this must be followed by students, even though students experience a decrease in interest in learning and begin to feel the point of saturation in the learning process. The purpose of this study is to improve social science vocabulary recognition models through guessing games in the learning process through conditions during the adaptation period of new habits, so that it will lead to students' learning motivation, then to find out the increase in students' interest in learning social studies in the learning process at time to adapt to new habits. The research method used is a qualitative research approach by looking for data in the form of case studies on students, and direct observation on students. Data collection techniques were carried out using interview techniques, documentation techniques and case studies. Data analysis techniques were carried out through data collection, data reduction, data presentation and data verification. The results of this study have a positive impact on interest in learning and increasing social skills for students in understanding vocabulary in social studies learning. So that through learning activities during the adaptation period of new habits through the method of social science vocabulary recognition model through guessing games so that it can restore students' interest in learning during the adaptation period of new habits, especially in current learning.
Peran Guru IPS Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Eldi Mulyana; Luffi Nurhafifiyanti; Ade Suherman; Triani Widyanti; Tetep Tetep; Alni Dahlena; Asep Supriyatna
SOSEARCH : Social Science Educational Research Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja adalah peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Pada usia remaja seorang anak mengalami berbagai bentuk perubahan baik emosi, tubuh, minat dan pola pikir. Munculnya berbagai kasus kenakalan pada remaja, perlu adanya tindakan yang serius karena remaja merupakan asset bagi negara. Sekolah merupakan tempat bagi siswa mendapatkan pendidikan sekaligus bimbingan, maka disinilah guru berperan penting dalam pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru IPS dalam mengatasi kenakalan remaja pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Karangpawitan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut 1). Bentuk-bentuk kenakalan remaja, terdiri dari kenakalan biasa, Kenakalan mengarah pada pelanggaran Dan Kenakalan khusus seperti: tindakan asulia seperti menyenggol area sensitive wanita. 2) Peran guru IPS dalam mengatasi kenakalan remaja, terdapat tindakan preventif, Tindakan represif Dan Tindakan Kuratif seperti: melakukan kerjasama dengan pihak sekolah dan orangtua/wali siswa, dan melakukan homevisit kerumah siswa yang bermasalah. 3) Hambatan-hambatan guru dalam mengatasi kenakalan remaja dapat dipengaruhi oleh faktor internal dimana siswa kurang mengontrol emosi dan faktor eksternal dipengaruhi lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. 4) dampak peran guru IPS dalam mengatasi kenakalan remaja siswa, dimana siswa menjadi aktif dan percaya diri dan siswa dapat mengurangi kenakalannya. Kata Kunci: Peran Guru, Kenakalan Remaja, Siswa kelas VIII.
Implementasi Joyful Learning Dalam Pembelajaran IPS Di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Eldi Mulyana; Tetep; Triani Widyanti
Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53276/dedikasi.v2i1.34

Abstract

Kondisional pandemi Covid-19 yang semakin pesat memberikan pengaruh terhadap proses pembelajaran dalam satuan pendidik. Di tengah-tengah kondisi saat ini tentunya tidak dapat dipungkiri memberikan pengaruh terhadap penurunan minat belajar peserta didik. Di mana sistem pembelajaran pada saat ini melalui konsep pembelajaran jarak jauh, tentunya hal tersebut harus diikuti oleh peserta didik, walaupun peserta didik mengalai penuruan minat belajar dan mulai merasakan titik kejenuhan dalam proses pembelajaran. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan proses pembelajaran menyenangkan (Joyfull Learning) dalam situasi kondisi pada masa adaptasi kebiasaan baru, sehingga akan menimbulkan motivasi belajar peserta didik, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: mengetahui peningkatan minat belajar peserta didik pada pembelajaran IPS dalam proses belajar di masa adaptasi kebiasaan baru. Hasil dari kegiatan ini memberikan dampak yang positif terhadap minat belajar dan peningkatan keterampilan sosial bagi para peserta didik. Sehingga melalui kegiatan pembelajran di masa adaptasi kebiasaan baru melalui metode Joyful Learning sehingga dapat mengembalikan minat belajar peserta didik pada masa adaptasi kebiasaan baru khususnya dalam kondisional pandemi Covid-19. Sehingga dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan situasi pola pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik secara terus menerus.
Peran Kelompok Sebaya dalam Mendorong Kerja Sama Sosial Siswa SMP pada Pembelajaran IPS Sri Wulandari; Eldi Mulyana; Slamet Nopharipaldi
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3814

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana kelompok sebaya berperan dalam membentuk dan mendorong kerja sama sosial siswa dalam pembelajaran IPS. Fenomena interaksi pertemanan di lingkungan sekolah menunjukkan bahwa hubungan antarsiswa memengaruhi cara mereka berkomunikasi, mengambil keputusan, serta menyelesaikan tugas secara kolektif. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan siswa kelas VIII, guru IPS, dan wali kelas sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi proses pembelajaran, dan dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan makna secara interaktif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kelompok sebaya menjadi wadah penting bagi siswa untuk menumbuhkan rasa percaya, sikap saling menghargai, dan partisipasi aktif dalam kegiatan kelompok. Dukungan emosional dan kognitif dari teman sebaya turut meningkatkan keberanian siswa menyampaikan pendapat serta menyelesaikan masalah secara kolaboratif. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas interaksi dalam kelompok sebaya berkontribusi signifikan terhadap penguatan keterampilan kerja sama sosial yang menjadi inti pembelajaran IPS.
SOCIAL PHENOMENA “HALLYU WAVE” AMONG TEENAGERS IN RELATION TO LIFESTYLE PATTERNS Alsakinah Nurfirmansyah Putri; Eldi Mulyana; Slamet Nopharipaldi Rohman
SAHUR Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 No 2 Tahun 2025
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/sahur.v3i2.2110

Abstract

This research is motivated by the development of the current era of globalization, cultural differences are not an obstacle for someone to learn and know other cultures. This is proof that changes in globalization have changed the mindset and lifestyle of humans to become more modern and open to new cultures. Studying other cultures can be done in various ways, especially now which is the era of globalization and the virtual century where social reality develops on a global scale, especially as a result of advances in information technology. The purpose of this research is to identify the hallyu phenomenon through Korean dramas becoming very popular on Indonesian private television channels (TV). The research method used is qualitative with a case study approach. Data collection techniques in this study used observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that the Hallyu Wave is a phenomenon that spreads popular culture from South Korea in various parts of the world. This Hallyu Wave cultural product includes: Drama (K-Drama), Pop Music (K-Pop), Fashion (K-Style). Utilizing technological advances in the form of the internet, parties involved in the popular culture industry also carry out a communication process with the aim of publication, promotion and persuasion to their fans through social media, namely with a virtual communication model.
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP INTERAKSI SOSIAL SISWA DI SMP Adinda Zalsa Aulia; Eldi Mulyana; Slamat Nopharipaldi Rohman
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9133

Abstract

The development of digital technology in the modern era has brought significant changes to patterns of social interaction, particularly among adolescents. Gadgets, which initially served merely as communication tools, have now become part of a lifestyle that influences students’ social behavior, including a tendency toward decreased face-to-face interaction within the school environment. This phenomenon is also evident at SMP Negeri 1 Garut, where some students appear more focused on using their gadgets rather than engaging directly with their peers. Based on this situation, the present study was conducted to determine the level of gadget use, the level of students’ social interaction, and to analyze the influence of gadget use on the social interaction of students at SMP Negeri 1 Garut. This research employed a quantitative method with a correlational approach to examine the relationship between gadget use (X) and students’ social interaction (Y). The study took place at SMP Negeri 1 Garut, during October–November 2025. The population consisted of 118 ninth-grade students. A sample of 91 students was selected using a non-probability sampling technique, specifically purposive sampling, based on the criterion of students who actively used gadgets. The sample size was determined using the Slovin formula with a 5% margin of error. The findings showed a moderate to strong positive relationship between gadget use and students’ social interaction, indicated by a Spearman correlation coefficient of 0.532 and a significance value of 0.002 (p < 0.05). These results suggest that gadget use can enhance social interaction when applied wisely; however, excessive or uncontrolled use may reduce the quality of direct interpersonal interaction. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital pada era modern telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi sosial, terutama di kalangan remaja. Gadget yang awalnya berfungsi sebagai alat komunikasi kini menjadi bagian dari gaya hidup yang memengaruhi perilaku sosial siswa, termasuk kecenderungan menurunnya interaksi tatap muka di lingkungan sekolah. Fenomena tersebut terlihat pula di SMP Negeri 1 Garut, di mana sebagian siswa lebih fokus pada penggunaan gadget dibandingkan berkomunikasi secara langsung dengan teman sebayanya. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat penggunaan gadget, tingkat interaksi sosial siswa, serta menganalisis pengaruh penggunaan gadget terhadap interaksi sosial siswa di SMP Negeri 1 Garut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional untuk menguji hubungan antara variabel penggunaan gadget (X) dan interaksi sosial siswa (Y). Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 1 Garut, dan dilaksanakan pada Oktober–November 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX berjumlah 118 orang. Sampel sebanyak 91 siswa ditentukan melalui teknik nonprobability sampling jenis purposive sampling, dengan kriteria siswa kelas IX yang aktif menggunakan gadget. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif sedang hingga kuat antara penggunaan gadget dan interaksi sosial siswa dengan koefisien korelasi Spearman sebesar 0,532 dan nilai signifikansi 0,002 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan gadget dapat mendukung interaksi sosial apabila digunakan secara bijak, namun tetap berpotensi menurunkan kualitas interaksi tatap muka jika digunakan secara berlebihan.