Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kuliah Kerja Nyata Multibidang Berbasis Identifikasi Kebutuhan untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik Miftahul Habibil Fajri; Hilal Zakaria; Rinanda Aprilia Zahro; Muhammad Syahrul; Rismawati Rismawati; Taufik Nurbeni; Nurulita Ramadhani; Ahmad Nazariel Maulana Muzaky; Muhammad Nur Nafik; Gunadi Gunadi; Siti Aisyah Azzahra Widayat; Ayu Lumunturuningtyas; Arif Budiharjo
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 3 (2026): JULI : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i3.2389

Abstract

Community service is an implementation of the Tri Dharma of Higher Education, serving as a bridge between academic knowledge and the actual needs of society through relevant, participatory, and sustainable empowerment programs. However, the implementation of Kuliah Kerja Nyata (KKN) frequently encounters challenges because program planning is not always based on a systematic assessment of community needs, resulting in interventions that are less effective in addressing local issues. This article aims to describe the implementation of a multidisciplinary Kuliah Kerja Nyata (KKN) program based on community needs assessment as a strategy for community empowerment in Pandu Village, Cerme District, Gresik Regency. The community service program adopted a community needs assessment approach consisting of five stages: needs identification through field observations, interviews, focus group discussions with community members, and coordination with the village government; needs analysis using the Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) framework; development of a Planning of Action (PoA); program implementation; and monitoring and evaluation. The program covered four major areas: economic development through business branding assistance and business banner design for micro, small, and medium enterprises (MSMEs); education through English learning activities and the development of educational learning media for early childhood students; social development through awareness campaigns and the preparation of educational modules on drug abuse prevention; and governance through coordination with the village government and partner institutions. The results demonstrated that a needs assessment–based approach produced programs that were better aligned with community conditions and priorities. Collaboration among the village government, educational institutions, MSMEs, university students, and community members enhanced program effectiveness, as reflected in the development of MSME promotional media, educational learning materials, educational modules, and increased community participation throughout the activities. Therefore, a community needs assessment–based approach proved effective in improving the relevance, effectiveness, and sustainability of community service programs.
Pemberdayaan UKM Melalui Penguatan Literasi Harga Pokok Produksi Di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme Adiba Fuad Syamlan; Fransiska Dyah Ayu Puspitasari; Rian Pramana Suwanda; Firdaus Indrajaya Tuharea; Mochamad Syafii .; Rachmad Ilham .; Siti Aisyah Azzahra Widayat
Jurnal ABDIRAJA Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v9i2.5377

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah suatu kegiatan penugasan perguruan tinggi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan menunjang kebutuhan masyarakat di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Di dalam penelusuran potensi desa, tim pelaksana memperoleh temuan kebutuhan pendalaman pemahaman untuk menunjang kelangsungan pelaku usaha ekonomi lokal di lingkup perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing dan metode cost plus pricing, hal ini untuk menghindari potensi kebocoran biaya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Penelitian Aksi Partisipatif (PAR) serta tahapan proses penelusuran lebih lanjut dengan aparatur dan pelaku usaha sebagai proses pengukuran kebutuhan program kerja kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan. Kegiatan ini memiliki hasil yang optimal, terlihat dari antusiasme peserta dalam mengutarakan kendala kinerja keseharian, sehingga edukasi tersalurkan dengan baik dan optimal. Peningkatan pasti yang diperoleh adalah bahwa terlihat jelas banyaknya kegiatan usaha yang mulai menerapkan perhitungan dengan metode full costing yang memiliki hasil perhitungan HPP dan dilanjutkan ke perhitungan harga jual yang lebih layak. Untuk itu, penerapan metode full costing dan cost plus pricing ini menjadi solusi yang ditawarkan. Rekomendasi yang dapat ditawarkan adalah meneruskan edukasi ke tingkat lebih lanjut, yaitu mengenai analisis laporan keuangan dalam rangka penelusuran potensi inovasi.