Manajemen koneksi database berperan penting dalam menentukan performa aplikasi berbasis Python terutama ketika aplikasi harus melayani banyak permintaan secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja Async-Singleton dan Async-Pooling sebagai strategi manajemen koneksi pada database MySQL dalam lingkungan asynchronous programming. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan mengimplementasikan kedua strategi menggunakan pustaka aiomysql. Pengujian dilakukan pada empat tingkat konkurensi yaitu 10, 100, 500, dan 1000 request. Setiap skenario dijalankan sebanyak sepuluh kali untuk memperoleh hasil yang lebih konsisten. Parameter yang diamati meliputi waktu eksekusi, penggunaan CPU, dan penggunaan memori. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif yang terdiri atas rata-rata (mean), standar deviasi (standard deviation), nilai minimum, nilai maksimum, serta persentase peningkatan performa. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa Async-Pooling selalu menghasilkan waktu eksekusi yang lebih rendah dibandingkan Async-Singleton. Peningkatan performa yang diperoleh mencapai 11,66%, 36,54%, 65,90%, dan 62,57% pada tingkat konkurensi 10, 100, 500, dan 1000 request. Penggunaan CPU pada Async-Pooling memang lebih tinggi. Namun peningkatan tersebut diikuti penurunan waktu eksekusi yang signifikan. Penggunaan memori juga hanya bertambah dalam jumlah yang relatif kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Async-Pooling lebih efektif diterapkan pada aplikasi Python yang melayani beban kerja dengan tingkat konkurensi tinggi karena mampu meningkatkan performa tanpa menimbulkan peningkatan penggunaan memori yang berarti.