Gamaliel Jones Gerardo Hutapea
Universitas Teknokrat Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Clustering Pemerataan Fasilitas Pendidikan Desa di Indonesia Menggunakan Metode K-Means Berbasis Data BPS Tahun 2025 Gamaliel Jones Gerardo Hutapea; Damayanti Damayanti
Journal of Artificial Intelligence and Technology Information (JAITI) Vol. 4 No. 3 (2026): Volume 4 Number 3 September 2026 (Issue in Progress)
Publisher : PT. Tech Cart Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58602/jaiti.v4i3.284

Abstract

Pemerataan fasilitas pendidikan desa merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan pendidikan yang berkelanjutan di Indonesia. Perbedaan ketersediaan fasilitas pendidikan antar wilayah dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan akses pendidikan pada setiap provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan clustering pemerataan fasilitas pendidikan desa di Indonesia menggunakan metode K-Means Clustering berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025. Variabel yang digunakan dalam penelitian meliputi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Perguruan Tinggi (PT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data mining dengan tahapan analisis meliputi pengumpulan data, normalisasi data menggunakan metode Min-Max Normalization, penentuan jumlah cluster optimal menggunakan Elbow Method, dan proses clustering menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cluster optimal yang diperoleh adalah empat cluster. Mayoritas provinsi berada pada cluster dengan tingkat pemerataan fasilitas pendidikan rendah, sedangkan hanya beberapa provinsi yang berada pada cluster dengan tingkat pemerataan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerataan fasilitas pendidikan desa di Indonesia masih belum merata antar wilayah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendukung pengambilan kebijakan pembangunan pendidikan yang lebih tepat sasaran.