Maya Novi
Dosen Program Studi Budidaya Ternak, Politeknik Pertanian Yasanto Merauke

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kelayakan Usaha Penetasan Telur Skala Rumah Tangga Di Kabupaten Merauke Maya Novi; Erma A. Elsoin; Rosalia P. Nogo; Hesti Nuraini; Maria M. D. Widiastuti
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 18 No 2 (2026): JEB Vol 18 No 2 Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55049/17wvey47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan finansial usaha penetasan telur pada Rumah Tetas Mandiri Jaya di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode studi kasus.Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung dengan pemilik usaha, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan berbagai publikasi ilmiah.Analisis data dilakukan menggunakan analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Break Even Point (BEP), dan Return on Investment (ROI).Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi usaha penetasan telur sebesar Rp21.120.000 per bulan, yang terdiri atas biaya tetap sebesar Rp3.500.000 (16,6%) dan biaya variabel sebesar Rp17.620.000 (83,4%). Penerimaan usaha mencapai Rp38.400.000 per bulan dari penjualan 2.400 ekor Day Old Chick (DOC) dengan harga Rp16.000 per ekor, sehingga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp17.280.000 per bulan. Analisis kelayakan menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,82, Harga Pokok Produksi (HPP) atau BEP harga sebesar Rp8.800 per ekor, BEP produksi sebesar 486,11 ekor per bulan, dan ROI sebesar 1,01 atau sekitar 101%. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa usaha penetasan telur di Rumah Tetas Mandiri Jaya layak dan menguntungkan untuk dijalankan. Dibandingkan dengan beberapa penelitian pada usaha penetasan dan perunggasan di wilayah lain di Indonesia, nilai R/C Ratio usaha ini tergolong lebih tinggi, yang mengindikasikan efisiensi biaya produksi dan perputaran modal yang baik. Meskipun demikian, keberlanjutan keuntungan tetap dipengaruhi oleh kestabilan daya tetas, kualitas telur tetas, efisiensi biaya produksi, dan kondisi operasional usaha.