Perkembangan industri teknologi yang dinamis dan berorientasi pada pencapaian target dapat meningkatkan tekanan kerja serta risiko burnout, khususnya pada karyawan Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program mindfulness terhadap tingkat burnout karyawan Gen Z di PT Terabyte Network Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental non-equivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas 33 karyawan Gen Z yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh intervensi guided mindfulness berbasis video berdurasi sekitar 10 menit selama empat minggu, sedangkan kelompok kontrol tidak memperoleh intervensi. Tingkat burnout diukur menggunakan Maslach Burnout Inventory (MBI), sedangkan data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test, Paired Samples t-test, dan Mann–Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor burnout kelompok eksperimen menurun dari 62,94 menjadi 50,94 setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan adanya penurunan burnout yang signifikan pada kelompok eksperimen (p = 0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p = 0,778). Hasil Mann–Whitney U Test juga menunjukkan adanya perbedaan perubahan tingkat burnout yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001). Perubahan paling menonjol terjadi pada dimensi emotional exhaustion, diikuti oleh depersonalization dan personal accomplishment. Temuan ini menunjukkan bahwa video-based guided mindfulness micro-intervention dapat menjadi alternatif intervensi praktis dalam membantu menurunkan burnout karyawan Gen Z, terutama melalui penguatan kemampuan regulasi emosi dalam menghadapi tekanan kerja pada industri teknologi.