p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Alfred O. Ena Mau
Universitas Nusa Cendana, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Implementasi Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kelurahan Manutapen Kecamatan Alak Kota Kupang Marlyn Davensca Katu; Alfred O. Ena Mau; Adriana R. Fallo
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang dengan menggunakan kerangka teori implementasi kebijakan Edward III yang meliputi aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 13 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program BLT di Kelurahan Manutapen telah berjalan, namun belum mencapai efektivitas yang optimal. Pada aspek komunikasi, meskipun telah digunakan berbagai saluran informasi, masih terdapat keterbatasan dalam pemerataan akses informasi. Pada aspek sumber daya, aparatur memiliki kompetensi dan komitmen yang baik, tetapi dihadapkan pada keterbatasan jumlah tenaga dan minimnya dukungan anggaran operasional. Pada aspek disposisi, sikap aparatur yang mendukung menjadi faktor pendorong, meskipun masih ditemukan permasalahan ketidaktepatan sasaran. Sementara itu, pada aspek struktur birokrasi, koordinasi antar pelaksana telah berjalan, namun belum didukung oleh sinkronisasi data dan standar operasional prosedur yang memadai. Dengan demikian, implementasi BLT memerlukan penguatan pada sistem komunikasi, peningkatan kapasitas sumber daya, serta perbaikan tata kelola birokrasi guna mewujudkan pelaksanaan program yang lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan dalam Penanganan Stunting di Puskesmas Onekore Kabupaten Ende Maria Graesella Oktaviana Watu Padhi; Alfred O. Ena Mau; Belandina Long; Jeny J. Therik
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 11: Oktober 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i11.20103

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang memerlukan intervensi berkelanjutan melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Program PMT dalam penanganan stunting di Puskesmas Onekore, Kabupaten Ende, berdasarkan indikator efektivitas Campbell. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Kepala Puskesmas, tenaga gizi, kader Posyandu, serta penerima manfaat program yang dipilih secara purposive dan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PMT telah sesuai dengan SOP dan petunjuk teknis, sasaran penerima manfaat telah ditetapkan secara tepat berdasarkan kriteria program, serta sebagian besar balita dan ibu hamil mengalami perbaikan status gizi setelah mengikuti intervensi. Penerima manfaat pada umumnya memberikan penilaian positif terhadap program, meskipun variasi menu masih menjadi aspek yang perlu ditingkatkan. Selain itu, ketersediaan anggaran, sumber daya manusia, dan mekanisme pelaksanaan yang memadai mendukung tercapainya tujuan program. Secara keseluruhan, Program PMT di Puskesmas Onekore efektif dalam mendukung upaya penanganan stunting melalui perbaikan status gizi dan penguatan edukasi gizi kepada masyarakat.