Moh. Yoga Nuril Fahlian
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Komparatif Produktivitas Lahan Antara Sistem Usahatani Monokultur Dan Multiple Cropping Komoditas Tembakau (Kasus di Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso) Moh. Yoga Nuril Fahlian; Syamsul Hadi; Anisa Nurina Aulia
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25098

Abstract

Musim kemarau menjadi tantangan bagi petani dalam mengelola lahan agar tetap produktif, khususnya di Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso yang sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian. Pada kegiatan usahatani, petani menerapkan sistem monokultur tembakau dan multiple cropping berupa kombinasi tembakau dengan cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perbedaan produktivitas antara kedua sistem usahatani; dan (2) mengetahui faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi produktivitas lahan pada masing-masing sistem usahatani. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan komparatif dengan analisis produktivitas lahan, uji beda rata-rata (Independent Sample t-test), dan regresi Cobb-Douglas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner terhadap 77 responden yang terdiri dari 26 petani monokultur dan 51 petani multiple cropping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil uji beda menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan produktivitas yang nyata antara kedua sistem usahatani dengan rata-rata produktivitas lahan pada sistem monokultur sebesar 2,0481 ton/ha, sedangkan sistem multiple cropping sebesar 2,6969 ton/ha, sehingga terdapat selisih produktivitas sebesar 0,64879 ton/ha; (2) faktor sosial ekonomi seperti umur, pendidikan, frekuensi mengikuti penyuluhan, dan status penguasaan lahan mempengaruhi produktivitas lahan petani.