Ragil Maulana Falah
Universitas Ma’soem

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI USAHATANI JAGUNG SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI DESA PAYUNGAGUNG KECAMATAN PANUMBANGAN KABUPATEN CIAMIS Cecep Pardani; Dedi Herdiansah Sujaya; Amila Khairina; Ragil Maulana Falah
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24214

Abstract

Penetapan Harga Pokok Produksi (HPP) merupakan instrumen krusial dalam usahatani jagung untuk menentukan efisiensi biaya dan strategi harga yang optimal guna meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis struktur biaya, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan (R/C ratio) usahatani jagung pipil; dan (2) menentukan besarnya HPP serta titik impas (Break Even Point) sebagai dasar evaluasi peningkatan pendapatan petani di Desa Payungagung. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis biaya, pendapatan, R/C ratio, analisis HPP dan analisis BEP (penerimaan, unit, dan luas lahan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi usahatani jagung per hektar dalam satu musim tanam adalah sebesar Rp9.681.951,51, yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp144.484,91 dan biaya variabel sebesar Rp9.537.466,60. Dengan total penerimaan sebesar Rp17.141.410,00, petani memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp7.459.458,00 per hektar. Nilai R/C ratio sebesar 2,08 menunjukkan bahwa usahatani ini layak diusahakan karena memberikan keuntungan dua kali lipat dari biaya yang dikeluarkan. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa besarnya nilai Harga Pokok Produksi (HPP) jagung adalah sebesar Rp 2.711,17 per kilogram. Angka ini menunjukkan batas harga jual minimum agar petani tidak mengalami kerugian, sekaligus mencerminkan tingkat efisiensi biaya produksi yang dikeluarkan. HPP yang efisien dan pengelolaan biaya produksi yang terkontrol memungkinkan tercapainya titik impas pada tingkat penerimaan Rp618.881,00, volume produksi 128,93 kg, atau luas lahan minimal 0,072 hektar. Hasil ini menegaskan bahwa melalui penetapan HPP yang akurat, petani dapat mengoptimalkan margin keuntungan dan memastikan keberlanjutan ekonomi usahatani jagung di wilayah tersebut.