Anneke Lamarsha Bhakti
Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN PEMASARAN SAYURAN HIDROPONIK (STUDI KASUS PT. BARA HIDROPONIK KOTA BANDUNG, JAWA BARAT) Anneke Lamarsha Bhakti; Gema Wibawa Mukti
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25126

Abstract

PT Bara Hidroponik adalah perusahaan sayuran hidroponik di Kota Bandung yang memproduksi sayuran berkualitas tinggi bebas pestisida, namun kinerja penjualannya menunjukkan pola fluktuatif akibat belum tersusunnya perencanaan pemasaran digital yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal pemasaran, menganalisis posisi perusahaan menggunakan Matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), dan Internal-Eksternal (IE), serta merumuskan strategi digital marketing melalui analisis Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal dan melibatkan empat narasumber kunci perusahaan, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, kuesioner, observasi, dan penelusuran data digital pesaing melalui Socialinsider. Hasil Matriks IFE mengindikasikan kondisi internal yang kuat, dengan kekuatan utama berupa produk berkualitas tinggi bebas pestisida dan kelemahan utama berupa ketiadaan kehadiran digital perusahaan. Matriks EFE menunjukkan kemampuan perusahaan yang baik dalam merespons lingkungan eksternal, dengan peluang terbesar berasal dari tren gaya hidup sehat dan pertumbuhan konsumen kelas menengah atas, serta ancaman terbesar berupa persaingan digital dan perubahan iklim. Berdasarkan Matriks IE, perusahaan berada pada posisi Tumbuh dan Berkembang (Grow and Build). Hasil SWOT dan QSPM menghasilkan empat prioritas strategi digital marketing, yaitu mengintensifkan promosi digital melalui Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business, memperkuat branding produk dan efisiensi produksi, membangun kehadiran marketplace dan mendaftarkan merek dagang, serta membuat website resmi dan bergabung dengan marketplace. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kinerja pemasaran perusahaan secara berkelanjutan.