Faryal Virgiana Cikal Rukmana
Sekolah Vokasi IPB University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Kemitraan Petani Sayuran: Karakteristik, Pola, dan Faktor-Faktor Penentu Keputusan Bermitra dengan PT Sayuran Siap Saji Faryal Virgiana Cikal Rukmana; Veralianta Br Sebayang
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24846

Abstract

Produksi sayuran yang tinggi di Pulau Jawa belum sepenuhnya diimbangi dengan sistem distribusi dan penyerapan pasar yang efektif, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Kondisi tersebut menunjukkan masih lemahnya kelembagaan pemasaran pada sektor hortikultura. Kemitraan agribisnis menjadi salah satu pendekatan yang dapat memperkuat hubungan antara petani dan perusahaan dalam menjamin kontinuitas pasokan, kualitas produk, serta kepastian pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik petani, pola kemitraan, dan berbagai faktor yang diasumsikan memengaruhi petani sayuran untuk bermitra dengan PT Sayuran Siap Saji. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik petani dan pola kemitraan, serta regresi logistik biner untuk menguji pengaruh faktor sosial ekonomi dan kelembagaan terhadap keputusan bermitra. Temuan kajian ini mengungkapkan bahwa pola kemitraan yang terjadi merupakan pola subkontrak melalui sistem program tanam yang mendukung manajemen kuantitas dan kualitas produk dengan penyesuaian terhadap kebutuhan perusahaan. Berbagai variabel yang berpengaruh signifikan menjadi pertimbangan petani untuk bermitra meliputi tingkat pendidikan, jaminan pemasaran dan kepastian harga, bimbingan teknis, serta komitmen perusahaan. Studi ini menegaskan bahwa keberhasilan kemitraan agribisnis tidak hanya bergantung pada insentif ekonomi, melainkan juga oleh penguatan dukungan kelembagaan dan hubungan kerja sama yang berkelanjutan antara perusahaan dan petani.