Salsabiil Adhwaa' Safira
Universitas Siliwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN ABON IKAN (Kasus pada Produk Olahan Rapekan Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya) Salsabiil Adhwaa' Safira; Unang -; Nurul Risti Mutiarasari
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23469

Abstract

Hasil perikanan bersifat mudah rusak sehingga memerlukan pengolahan untuk mempertahankan mutu, memperpanjang umur simpan, mengurangi losses dan menciptakan nilai tambah. Rapekan adalah UMKM pengolah ikan bawal air tawar menjadi abon ikan yang mengalami permasalahan, yaitu produk belum dikenal luas, volume produksi tidak meningkat, serta persaingan pasar dengan produk sejenis sehingga memerlukan strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal pemasaran abon ikan Rapekan, merumuskan alternatif strategi pemasaran, serta menentukan strategi prioritas. Metode penelitian menggunakan studi kasus pada UMKM Rapekan di Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Alat analisis yang digunakan meliputi matriks IFAS dan EFAS, analisis SWOT, dan matriks QSPM. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal dengan kekuatan terbesar yaitu produk memiliki sertifikasi halal MUI dan izin edar P-IRT, tersedia variasi rasa original dan pedas, variasi harga, variasi ukuran kemasan, serta produk tersedia secara offline dan online. Sementara itu, kelemahan terbesar yaitu keterbatasan tenaga kerja dalam pemasaran online, rumah produksi sederhana, serta frekuensi pemberian promo atau harga khusus sangat rendah. Untuk faktor eksternal, peluang terbesar yaitu potensi pasar yang masih luas, dukungan pemerintah bagi pelaku UMKM pengolahan ikan, serta peningkatan kualitas desain dan tampilan kemasan. Sementara itu, ancaman terbesar yaitu maraknya penjualan produk sejenis di marketplace, kehadiran produk sejenis di pasar modern yang sama, serta pesaing dengan fasilitas produksi yang lebih modern dan memadai. Rekomendasi strategi prioritas yang diterapkan adalah menetapkan pemasaran digital melalui intensifikasi penjualan dan promosi di platform digital untuk memperluas jangkauan pasar serta membangun kesadaran merek.