Annisa Rosita Hafiizh
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI PENGATURAN WAKTU MINUM OBAT ANTIDIABETES SELAMA PUASA RAMADHAN DI DESA KREMBANGAN, SIDOARJO Nabila Izzati Salsabila; Efrosina M. Buksalwembun; Vivi Anggraini; Kamelia Astrid Mulyani; Yohana Diana Ndook; Desi Deria Daul; Annisa Rosita Hafiizh
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang menuntut pengelolaan jangka panjang demi menjaga stabilitas kadar glukosa darah. Perubahan pola dan waktu makan selama ibadah puasa Ramadhan memerlukan penyesuaian jadwal konsumsi obat antidiabetes. Keterbatasan pemahaman mengenai tata cara dan waktu penyesuaian obat berisiko memicu hipoglikemia, hiperglikemia, serta penurunan efektivitas terapi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga terkait manajemen waktu dan cara konsumsi obat antidiabetes selama puasa Ramadhan. Edukasi dilaksanakan pada 11 Juni 2026 di Balai RW 04 Desa Krembangan, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, dengan melibatkan 30 responden berusia 40–60 tahun. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan menggunakan media presentasi dan brosur, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan lonjakan rerata skor pengetahuan sebesar 13,51 poin, dari 70,33 (pretest) menjadi 83,84 (posttest). Mayoritas responden menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai adaptasi jadwal obat saat berpuasa serta pentingnya konsultasi medis sebelum memodifikasi dosis atau jadwal terapi. Intervensi edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penggunaan obat antidiabetes selama Ramadhan. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kepatuhan pasien, menjaga efikasi pengobatan, dan meminimalkan risiko komplikasi selama berpuasa.