Masayu Annastasya Amanda Prastika
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LITERASI DAN CODING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR: TANTANGAN, PELUANG, DAN STRATEGI IMPLEMENTASI Masayu Annastasya Amanda Prastika; Valentino Setiyawan Wardhana; Putri Aliffia Arifin; Fridolina Liana; Susi Hermin Rusminati
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi digital dan coding dalam pendidikan membuka peluang baru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesiapan guru, keterbatasan sarana, serta belum optimalnya integrasi coding dengan literasi matematika dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan literasi dan coding dalam pembelajaran matematika sekolah dasar, mengidentifikasi tantangan dan peluang implementasinya, serta merumuskan strategi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku, prosiding, dan dokumen kebijakan yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2026. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa coding berkontribusi terhadap penguatan literasi matematika melalui pengembangan computational thinking, kemampuan pemecahan masalah, penalaran logis, pengenalan pola, dan representasi matematis. Meskipun demikian, implementasinya masih dipengaruhi oleh kompetensi guru, kesiapan kurikulum, ketersediaan infrastruktur, dan karakteristik peserta didik. Strategi yang direkomendasikan meliputi penerapan unplugged coding, pemrograman visual, pembelajaran berbasis proyek dan masalah, scaffolding bertahap, serta asesmen autentik. Integrasi literasi dan coding berpotensi mewujudkan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan abad ke-21.