Hasanudin Hasanudin
Universitas Islam Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS HUKUM ISLAM DAN FATWA MUI TERHADAP KOMODIFIKASI BAHASA NEGATIF DALAM PENAMAAN PRODUK KULINER KONTEMPORER Marhadi Muhayyar; Syahid Makdum Ibrohim; Hasanudin Hasanudin; Muhammad Iqbal Badrudin; Muhammad Nora Burhanudin
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1557

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena maraknya strategi pemasaran kuliner kontemporer di Indonesia yang menggunakan nama produk, menu, atau tempat makan berkonotasi buruk, seram, atau vulgar (seperti "Mie Setan" atau "Rawon Iblis"). Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis argumentasi hukum Islam dan ketetapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap fenomena tersebut serta implikasinya terhadap sertifikasi halal. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis-normatif dan corak ushul fiqh. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis menggunakan metode analisis isi (content analysis) dengan pola pikir deduktif berlandaskan teori Maqashid asy-Syari'ah dan kaidah Sadd adz-Dzari'ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan produk berkonotasi buruk bertentangan dengan etika muamalah Islam karena nama mengandung doa dan identitas. Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2003 dan Sistem Jaminan Halal (HAS 23000), produk dengan nama berkonotasi buruk tidak dapat disertifikasi halal. Pelarangan ini merupakan upaya menutup celah kerusakan (Sadd adz-Dzari'ah) guna mencegah normalisasi bahasa negatif dan menjaga kesantunan sosial serta sensitivitas akidah umat Islam di ruang publik.