Taufan Agung Prasetya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Biomedik Gejala Hearing Loss: Efek Akumulatif Stres Mekanika-Akustik Berdasarkan Usia dan Masa Kerja Penyelam Tradisional Nur Chabibah; Luluk Dewita Sari; Dhian Satya Rachmawati; Taufan Agung Prasetya; Taukhid; Sapto Dwi Anggoro
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1548

Abstract

Pendahuluan: Aktivitas penyelaman tradisional dengan menggunakan kompresor ban dihadapkan pada risiko paparan ganda berupa bising kronis dan tekanan hidrostatik ekstrem yang mengancam fungsi auditori. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko biofisika, karakteristik individu, dan manifestasi gejala klinis dominan yang memicu kejadian hearing loss pada penyelam tradisional. Metode: Metode penelitian menggunaka studi kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 98 penyelam tradisional di Wilayah Pantai Utara Gresik, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan rinne test (garputala 512 Hz). lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta Regresi Logistik Berganda (metode Enter). Hasil: Hasil penelitian didapatkan dari analisis bivariat menunjukkan kedalaman menyelam (ρ=0,021), usia (ρ=0,001), masa kerja (ρ=0,003), serta gejala tinnitus (ρ=0,003), otalgia (ρ=0,001), sulit mendengar (ρ=0,011), dan berteriak saat bicara (p=0,0001) berhubungan dengan kejadian hearing loss. Hasil uji multivariat mengonfirmasi bahwa Usia >40 tahun merupakan faktor dominan  dengan nilai Adjusted Odds Ratio (AOR) sebesar 2,764 (95% CI=1,066–7,164; ρ=0,036). Kesimpulan: Penuaan biologis bertindak sebagai akumulator final yang melipatgandakan dampak destruktif dari paparan stres mekanika-akustik harian. Intervensi kesehatan kerja maritim yang berfokus pada pembatasan usia kerja dan proteksi telinga sangat direkomendasikan.
Pemahaman Generasi Muda Islam Terhadap Pancasila Sebagai Pembentuk Sikap Toleransi di Indonesia Taufan Agung Prasetya; Sapto Dwi Anggoro; Taukhid
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9494

Abstract

Keberagaman di Indonesia merupakan realitas sosial yang tidak dapat dihindari sekaligus menjadi potensi munculnya intoleransi. Umat Islam sebagai mayoritas sering dikaitkan dengan tindakan intoleran dari sebagian kecil anggotanya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemahaman generasi muda Islam terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai pembentuk sikap toleransi. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dan dianalisis melalui reduksi, penyajian, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMA Raudlatul Jannah Sidoarjo memiliki pemahaman yang baik terhadap ajaran Islam dan Pancasila, yang tercermin dalam sikap toleran mereka dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman yang kuat terhadap agama dan ideologi negara berperan penting dalam membangun sikap toleransi di kalangan generasi muda. Diperlukan penguatan pendidikan keberagaman untuk memperkokoh harmoni sosial di Indonesia.