p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MEMACE
Ayesha Nabila Raisa
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : memace

ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM DIALOG ZAENUDIN DAN HAYATI PADA FILM TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK Ayesha Nabila Raisa
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 4 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i4.7038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi dalam dialog Zaenudin dan Hayati pada film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian berupa dialog antara tokoh Zaenudin dan Hayati yang mengandung tindak tutur ilokusi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan mendeskripsikan bentuk tindak tutur berdasarkan teori tindak tutur ilokusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dialog Zaenudin dan Hayati terdapat empat bentuk tindak tutur ilokusi, yaitu tindak tutur asertif, direktif, ekspresif, dan komisif. Tindak tutur asertif digunakan untuk menyatakan dan menegaskan suatu keadaan, tindak tutur direktif digunakan untuk memerintah dan memohon, tindak tutur ekspresif digunakan untuk mengungkapkan perasaan seperti kecewa, sedih, dan marah, sedangkan tindak tutur komisif digunakan untuk menyatakan janji dan kesanggupan. Tindak tutur ekspresif menjadi bentuk yang paling dominan karena dialog banyak memperlihatkan konflik emosional antara kedua tokoh. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dialog dalam film tersebut mengandung berbagai bentuk tindak tutur ilokusi yang memperlihatkan makna emosional, konflik batin, serta hubungan sosial antartokoh. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dalam kajian Pragmatik, khususnya mengenai tindak tutur ilokusi dalam dialog film Indonesia.
AGENSI BENDA DAN RELASI MANUSIA–NONMANUSIA DALAM NOVEL SEMUA IKAN DI LANGIT KARYA ZIGGY ZEZSYAZEOZIEVENNAZABRIZKIE: KAJIAN NEW MATERIALISM Ayesha Nabila Raisa
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 4 No. 3 (2026): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v4i3.7229

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis agensi benda dan relasi manusia–nonmanusia dalam novel Semua Ikan di Langit karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie dengan menggunakan perspektif New Materialism. Penelitian dilatarbelakangi oleh kecenderungan kajian sastra yang menempatkan manusia sebagai pusat pengalaman dan benda atau entitas nonmanusia hanya sebagai latar cerita. Padahal, novel Semua Ikan di Langit menghadirkan Bus Damri sebagai entitas nonmanusia yang memiliki posisi penting dalam membangun narasi, pengalaman, dan hubungan antartokoh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dialog, narasi, dan penggambaran peristiwa yang menunjukkan keberadaan, fungsi, dan agensi entitas nonmanusia dalam novel. Analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agensi benda dalam novel tampak melalui tiga bentuk utama, yaitu benda sebagai penggerak peristiwa, benda sebagai pembentuk pengalaman tokoh, dan benda sebagai entitas yang mengaburkan batas manusia dan nonmanusia. Selain itu, relasi manusia–nonmanusia tidak digambarkan secara hierarkis, melainkan sebagai hubungan yang saling memengaruhi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa novel menawarkan kritik terhadap pandangan antropocentris sekaligus memperluas pemahaman mengenai posisi benda dalam kehidupan dan pengalaman manusia. Penelitian ini memperlihatkan bahwa New Materialism dapat menjadi perspektif alternatif dalam kajian sastra Indonesia kontemporer.