Maria A. Mawing
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Lokal Sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Masyarakat Kampung Snamboy, Distrik Warmare Maria A. Mawing; Samel Tomasoa; Tirsa Rahel Wabiser; Jovi Bernar Kilanmase; Evila Viviani Vonike
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4311

Abstract

Tanaman obat lokal merupakan salah satu sumber daya hayati yang memiliki potensi untuk mendukung upaya pemeliharaan kesehatan masyarakat sekaligus mempertahankan kearifan lokal. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai identifikasi, manfaat, pengolahan, dan keamanan penggunaan tanaman obat masih perlu ditingkatkan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat Kampung Snamboy, Distrik Warmare melalui edukasi pemanfaatan tanaman obat lokal. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Materi edukasi mencakup pengenalan tanaman obat lokal, manfaat, bagian tanaman yang digunakan, teknik pengolahan, serta prinsip keamanan pemanfaatannya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat setelah mengikuti edukasi. Peserta menjadi lebih mampu mengenali tanaman obat yang tersedia di lingkungan sekitar, menjelaskan manfaatnya, memahami cara pengolahan yang tepat, serta menyadari pentingnya memperhatikan keamanan dan keterbatasan penggunaan tanaman obat. Kegiatan juga mendorong masyarakat untuk melestarikan pengetahuan tradisional dan memanfaatkan sumber daya lokal secara bijaksana. Edukasi tanaman obat lokal dapat menjadi strategi promotif dan preventif untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat berbasis kearifan lokal.