Migrant students are faced with the demands of adapting to a new academic and social environment due to being separated from their families and home surroundings. Peer social support is considered an important factor in helping students cope with homesickness. This study aims to determine the relationship between peer social support and homesickness among migrant students in Banjarmasin City. This study employed a quantitative correlational design. The research subjects consisted of 133 migrant students selected through purposive sampling. The research instruments used a homesickness scale developed by Sinantia et al. (2024) and a peer social support scale developed by Ningsih & Astuti (2024). Data were collected online using Google Forms, which was distributed through WhatsApp and Instagram. Data analysis was conducted using the Pearson product-moment correlation technique. The results showed a significant negative relationship between peer social support and homesickness (r = -0.415; p < 0.001). These results indicate that the greater the peer social support migrant students receive, the lower their homesickness, and vice versa. The findings suggest that peer social support plays an important role in helping migrant students adapt to a new environment and reduce feelings of longing for home and family. ABSTRAK Mahasiswa perantau dihadapkan pada tuntutan adaptasi terhadap lingkungan akademik dan sosial yang baru akibat terpisah dari keluarga dan lingkungan asal. Dukungan sosial teman sebaya dipandang sebagai salah satu faktor penting dalam membantu mahasiswa menghadapi homesickness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan homesickness pada mahasiswa perantau di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 133 mahasiswa perantau yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala homesickness yang disusun serta dikembangkan oleh Sinantia et al. (2024) dan skala dukungan sosial teman sebaya yang disusun serta dikembangkan oleh Ningsih dan Astuti (2024). Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui Google Forms yang disebarkan melalui WhatsApp dan Instagram. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson product-moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dan homesickness (r = -0,415; p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya yang diterima mahasiswa perantau, semakin rendah tingkat homesickness yang dialami, demikian pula sebaliknya. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya berperan penting dalam membantu mahasiswa perantau beradaptasi dengan lingkungan baru serta mengurangi perasaan rindu terhadap rumah dan keluarga.