Agil Meilia Putri Safira
Universitas Negeri Surabya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGIS DALAM THEORY OF PLANNED BEHAVIOR (TPB) TERHADAP PERILAKU BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PAP UNESA DI ERA DIGITAL Agil Meilia Putri Safira; Lifa Farida Panduwinata
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.14630

Abstract

In the digital era, university students face challenges from information overload that triggers an instant sharing culture without verification, exacerbated by the misuse of generative artificial intelligence that erodes independent thinking. This study aims to analyze the influence of attitude, subjective norms, and perceived behavioral control on students' critical thinking behavior through behavioral intention as a mediating variable, using the Theory of Planned Behavior (TPB) framework. Utilizing an explanatory quantitative approach, data were gathered from 297 undergraduate Office Administration Education students at Universitas Negeri Surabaya through Likert-scale questionnaires and analyzed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) via SmartPLS 4. The results demonstrate that attitude, subjective norms, and perceived behavioral control have positive and significant effects on behavioral intention. Behavioral intention is also proven to have a positive and significant direct effect on actual critical thinking behavior, while fully mediating the relationships of the three independent variables. However, subjective norms do not directly influence actual critical thinking behavior. In conclusion, social expectations and self-efficacy will only effectively transform into actual critical thinking actions if they are first internalized into a strong cognitive intention. These findings offer crucial implications for departments to reconstruct problem-based curricula to stimulate students' critical mental disposition. ABSTRAK Di era digital, mahasiswa sering menghadapi tantangan banjir informasi yang memicu budaya berbagi instan tanpa verifikasi, diperparah oleh penyalahgunaan kecerdasan buatan yang mengikis kemandirian berpikir. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku terhadap perilaku berpikir kritis mahasiswa melalui niat berperilaku sebagai variabel mediasi menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpulkan dari 297 responden mahasiswa S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Surabaya melalui kuesioner berskala Likert, lalu dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) via SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berperilaku. Niat berperilaku juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku berpikir kritis aktual, sekaligus bertindak sebagai variabel mediasi yang signifikan bagi ketiga variabel independen tersebut. Namun, norma subjektif ditemukan tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap perilaku berpikir kritis secara langsung. Simpulan penelitian menegaskan bahwa desakan sosial dan keyakinan diri mahasiswa hanya akan efektif bertransformasi menjadi tindakan kritis nyata apabila diinternalisasi terlebih dahulu menjadi niat kognitif yang kuat. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi program studi dalam merekonstruksi kurikulum berbasis masalah guna menstimulasi disposisi mental kritis mahasiswa.