Fitra Syamsul Mu’arif
UII Darullughah Wadda’wah Bangil, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KRITIK ISLAM TERHADAP EPISTEMOLOGI MODERN:REKONSTRUKSI KRITIS-INTEGRATIF BAGI PENDIDIKAN ISLAM Fitra Syamsul Mu’arif; Sayyid Rahmat; Achmad Juaini
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.33

Abstract

Perkembangan epistemologi modern telah menghasilkan kemajuan yang sangat besar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi pada saat yang sama menyisakan persoalan mendasar mengenai sumber, batas, nilai, dan tujuan pengetahuan. Persoalan tersebut menjadi semakin penting bagi pendidikan Islam ketika paradigma ilmiah modern dipindahkan ke dalam praktik pendidikan tanpa disertai pemeriksaan terhadap asumsi ontologis dan aksiologis yang mendasarinya. Artikel ini bertujuan menganalisis kritik Islam terhadap epistemologi modern dan merumuskan model epistemologi kritis-integratif yang relevan bagi pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis filosofis-hermeneutis. Sumber primer mencakup karya Syed Muhammad Naquib al-Attas, Ismail Raji al-Faruqi, Seyyed Hossein Nasr, Fazlur Rahman, Mulyadhi Kartanegara, dan pemikir terkait; sumber sekunder mencakup artikel ilmiah mengenai epistemologi Islam, integrasi ilmu, sekularisasi, dan pendidikan Islam. Analisis dilakukan melalui tiga tahap: pemetaan konsep, kritik komparatif, dan sintesis konstruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan utama epistemologi modern bukanlah penggunaan rasio, observasi, atau eksperimen, melainkan kecenderungan mengubah metode ilmiah menjadi klaim filosofis yang membatasi pengetahuan pada realitas empiris, memisahkan fakta dari nilai, serta menyingkirkan dimensi transendental dari struktur ilmu. Kritik Islam terhadap kondisi tersebut diarahkan pada sekularisme epistemologis, reduksionisme materialistik, fragmentasi pengetahuan, dan desakralisasi ilmu. Artikel ini menemukan bahwa epistemologi Islam lebih tepat dipahami sebagai paradigma integratif yang mengakui wahyu, akal, indera, pengalaman, dan intuisi dalam fungsi epistemologis yang berbeda, di bawah orientasi tauhid dan adab. Kebaruan artikel terletak pada perumusan model kritis-integratif yang menghubungkan kritik filosofis terhadap epistemologi modern dengan tiga agenda pendidikan Islam: rekonstruksi sumber pengetahuan, integrasi metodologi, dan orientasi etis-transendental. Model ini menempatkan pendidikan Islam bukan sebagai arena penolakan terhadap modernitas, tetapi sebagai ruang seleksi, koreksi, integrasi, dan pengarahan ilmu menuju kemaslahatan.
MODEL  PENELITIAN  AL-QUR’AN  DAN  HADIS:  PENDEKATAN, METODOLOGI, DAN RELEVANSINYA BAGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM Fitra Syamsul Mu’arif
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.35

Abstract

Penelitian Al-Qur’an dan hadis merupakan salah satu bidang penting dalam pengembangan keilmuan Islam karena kedua sumber tersebut menjadi fondasi utama epistemologi pendidikan Islam. Meskipun demikian, penelitian terhadap Al-Qur’an dan hadis masih menghadapi persoalan metodologis, terutama ketika peneliti menggunakan pendekatan tekstual secara tunggal tanpa mempertimbangkan konteks historis, kebahasaan, sosial, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Artikel ini bertujuan menganalisis model penelitian Al-Qur’an dan hadis, mengidentifikasi pendekatan metodologis yang dapat digunakan, serta merumuskan model integratif yang relevan bagi penelitian Pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data primer berupa Al-Qur’an, kitab-kitab tafsir, kitab hadis primer, dan kitab syarah hadis, sedangkan data sekunder berupa buku metodologi penelitian Islam dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui analisis isi, pendekatan tematik, kritik sanad dan matan, serta analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian Al-Qur’an dan hadis membutuhkan integrasi antara ketelitian terhadap teks dan kemampuan membaca konteks. Penelitian Al-Qur’an dapat dikembangkan melalui tafsir tahlili, ijmali, muqaran, dan maudhu‘i, sedangkan penelitian hadis dapat menggunakan takhrij, kritik sanad, kritik matan, syarah hadis, dan pendekatan tematik. Dalam penelitian Pendidikan Islam, kedua sumber tersebut dapat diposisikan sebagai sumber normatif yang kemudian dikembangkan melalui analisis pedagogis dan penelitian empiris. Novelty artikel ini terletak pada formulasi model integratif “teks–konteks–konsep–implementasi” sebagai kerangka penelitian Al-Qur’an dan hadis yang memungkinkan nilai normatif wahyu dikembangkan menjadi konsep pendidikan yang relevan dengan persoalan kontemporer tanpa menghilangkan otoritas sumber Islam.