p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bina Praja
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Sistem Merit Aparatur Sipil Negara melalui Tata Kelola Assessment Center dan Pemanfaatan Hasil Penilaian Kompetensi: Sintesis Studi Multikasus di Pemerintah Kota Palembang Bachtari Alam Hidayat; Putri Erlyn; Herie Saksono
Jurnal Bina Praja Vol 18 No 2 (2026)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.18.2026.3430

Abstract

The merit system is central to Indonesia’s bureaucratic reform agenda, which seeks professional, objective, and competency-based civil service governance. The assessment center is among the principal instruments developed to support it, yet many local governments still struggle to ensure that assessment results actually inform personnel decisions. This study analyzes the relationship between assessment center implementation and the utilization of assessment results in strengthening the civil service merit system in the Palembang City Government, and formulates a governance model integrating the two. A qualitative multi-case design was used. The first case examined assessment center implementation at the Palembang City Civil Service and Human Resources Development Agency; the second examined the utilization of assessment results. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentary analysis of regulations, official reports, and institutional records, and their credibility was established through source triangulation. The data were analyzed using thematic cross-case synthesis. The findings indicate that assessment center implementation is supported by institutional arrangements, regulations, and relatively adequate assessment mechanisms, but that assessment results are not yet fully utilized in personnel decision-making, resulting in a gap between the institutional capacity of the assessment center and the utilization of its outputs within the merit system. The study proposes an integrated assessment governance model comprising institutional capacity, competency intelligence, governance integration, and merit system strengthening, and offers it as a reference for competency-based talent management policy and for sustaining merit system implementation at the local level.
Tata Kelola Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis: Integrasi Sertifikasi Higiene dan Sanitasi serta Pengawasan Operasional di Palembang Putri Erlyn; Vina Pramayastri; Bachtari Alam Hidayat; Herie Saksono
Jurnal Bina Praja Vol 18 No 2 (2026)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.18.2026.3440

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan sistem jaminan keamanan pangan yang efektif untuk mencegah kontaminasi dan penyakit bawaan pangan di seluruh tahapan penyelenggaraan makanan. Penelitian ini menganalisis penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan pengawasan operasional dalam memastikan keamanan pangan pada program MBG serta mengembangkan model jaminan keamanan pangan terintegrasi (IFSAM). Tujuh informan dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatannya dalam program tersebut, yaitu perwakilan Dinas Kesehatan Kota Palembang, sanitarian, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, penjamah makanan, pengawas program MBG, kepala sekolah, dan kepala kantor Badan Gizi Nasional yang wilayah kerjanya meliputi Provinsi Sumatera Selatan. Data dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keterpercayaan temuan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa SLHS berfungsi sebagai mekanisme kesiapan sistem dengan memastikan kesiapan penyelenggara makanan melalui pemenuhan standar higiene dan sanitasi, sedangkan pengawasan operasional berfungsi sebagai mekanisme kepatuhan pelaksanaan yang menjaga konsistensi penerapan standar sepanjang produksi, distribusi, dan penyajian makanan. Penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, meliputi pemantauan berbasis risiko yang belum optimal, keterbatasan sumber daya pengawasan, koordinasi lintas sektor yang belum terintegrasi, serta mekanisme umpan balik dan tindak lanjut yang belum sistematis, yang berpotensi memengaruhi efektivitas jaminan keamanan pangan. IFSAM mengintegrasikan sertifikasi, pengawasan operasional, koordinasi lintas sektor, mekanisme umpan balik, dan perbaikan berkelanjutan sebagai kerangka konseptual jaminan keamanan pangan pada program MBG.