Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERBANDINGAN DAUN TEH HIJAU DAN DAUN PARE TERHADAP PENURUNAN KOLESTEROL Erlyn, Putri; Fitriani, Nyayu; Kamarudin, Salma; Safira, Bella Juni; Sujirata, Aprilia Sartika
Syifa'Medika Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v11i1.2217

Abstract

Teh Hijau dan Pare adalah beberapa jenis tanaman yang sering digunakan untuk pengobatan di masyarakat. Senyawa fitokimia di dalam tanaman  tersebut telah banyak diketahui mempunyai efek menurunkan kolesterol seperti tannin, flavonoid, dan saponin. Penelitian ini dilakukan untuk melihat perbandingkan esktrak daun teh hijau dan ekstrak daun pare terhadap penurunan kadar kolesterol total dengan menggunakan pretest-posttest control group design. Hewan uji dikelompokkan menggunakan simple random sampling dalam 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (aquadest), 2 kelompok ekstrak daun teh hijau dan 2 kelompok ekstrak daun pare. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok yang diberi ekstrak daun teh hijau maupun ekstrak daun pare mengalami penurunan bermakna. Ekstrak daun teh hijau dosis 100 mg/kgBB dapat menurunkan kolesterol lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok lainnya, namun secara statistik setiap kelompok ekstrak memiliki pengaruh yang sama dalam menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini dapat membuktikan bahwa tidak ada perbedaan antara ekstrak daun teh hijau maupun ekstrak daun pare dalam menurunkan kadar kolesterol.
Aktivitas Antidiabetik Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Ciplukan (Physalis angulata) dan Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis) pada Tikus Diabetes Fitriani, Nyayu; Erlyn, Putri
Syifa'Medika Vol 9, No 2 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v9i2.1660

Abstract

Daun Aquilaria malaccensis dan Physalis angulata merupakan jenis tanaman yang sering digunakan sebagai antidiabetes karena memiliki berbagai senyawa aktif, seperti terpenoid pada daun Physalis angulata dan flavonoid pada daun Aquilaria malaccensis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetik kombinasi ekstrak etanol daun Aquilaria malaccensis dan daun Physalis angulata pada tikus diabetes. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pre and post test control group design. Hewan uji yang digunakan dibagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok yang diberikan glibenklamid 130 mg/kgBB (kontrol positif), aquadest (kontrol negatif), kombinasi ekstrak daun Aquilaria malaccensis 5 mg/kgBB dan daun Physalis angulata 50 mg/kgBB, kombinasi ekstrak daun Aquilaria malaccensis 10 mg/kgBB dan daun Physalis angulata 100 mg/kgBB. Analisis data menggunakan uji T-berpasangan dan Post Hoc. Hasil uji T-berpasangan menunjukkan pada kelompok aquadest, glibenklamid dan kombinasi ekstrak terjadi penurunan bermakna kadar glukosa darah puasa sebelum dan sesudah perlakuan (p<0.05) dan hasil uji Post Hoc didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok kombinasi ekstrak daun Aquilaria malaccensis dan daun Physalis angulata dengan glibenklamid dalam menurunkan kadar gula darah puasa (p>0.05). Sehingga kombinasi kedua ekstrak daun ini efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah puasa pada tikus diabetes.
Efektivitas Antibakteri Fraksi Aktif Serai (Cymbopogon citratus) terhadap Bakteri Streptococcus mutans Erlyn, Putri
Syifa'Medika Vol 6, No 2 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v6i2.1387

Abstract

Bakteri yang paling berperan dalam menyebabkan karies adalah Streptococcus mutans yang merupakan flora normal rongga mulut. Serai (Cymbopogon citratus) adalah salah satu bahan alam yang dapat digunakan untuk pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri fraksi aktif serai (Cymbopogon citratus) terhadap Streptococcus mutans, menentukan fraksi aktif, menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) dan menentukan golongan senyawa aktif dari serai. Uji efektivitas antibakteri fraksi etil asetat dengan 6 konsentrasi dilakukan dengan metode difusi agar terhadap Streptococcus mutans. Amoksisilin digunakan sebagai kontrol positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi yang aktif adalah etil asetat dengan nilai KHM 125 ?g/ml. Golongan senyawa aktif yang terkandung adalah alkaloid dengan nilai Rf 0,1. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas antibakteri yang bermakna antara fraksi aktif serai dengan Amoksisilin terhadap Streptococcus mutans.
Stunting and Poverty Management Strategies in the Palembang City, Indonesia Bachtari Alam Hidayat; Putri Erlyn
Randwick International of Social Science Journal Vol. 2 No. 2 (2021): RISS Journal, April
Publisher : RIRAI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47175/rissj.v2i2.218

Abstract

Stunting that has occurred if not addressed will cause public health problems. Investments in human resources are important to improve competitiveness, and tackling stunting be a concrete step that greatly contribute to improving the quality of life of the people. The achievement of reducing stunting rates is still far from the target, so a systematic evaluation of government programs is needed. The study applies quantitative and qualitative methods to describe the conditions of stunting and poverty in Palembang City, the factors that cause poverty, analyzes opportunities, threats, strengths and weaknesses in empowering activities for the poor and formulates strategies to alleviate stunting and poverty. Strategies to accelerate stunting reduction are family food security and parenting that determine nutritional adequacy and are strengthened by coordination of poverty alleviation programs, namely the New Entrepreneurial Growth Program and empowerment of micro and small businesses. Areas near the river have water plants “enceng gondok” that can be processed into products of economic value and also as a solution for river hygiene. The government policy must also support this activity by requiring the use of water hyacinth handicraft products as a solution to reducing plastic use. In addition, there are mussels or shellfish typical of the city of Palembang and fish which can be used as innovative products for the development of typical Palembang food besides pempek and crackers. The programs designed can be implemented effectively and achieve the desired goals by socializing and maximizing the number and quality of assistants in accordance with the number of poor people who must be assisted on an ongoing basis.
Policy Handling Covid-19 and Effects of Pandemic on Workers in Palembang City Bachtari Alam Hidayat; Putri Erlyn
Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi dan Perubahan Sosial Vol 8 No 1 (2021): Konfrontasi, March
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/konfrontasi2.v8i1.139

Abstract

Early in 2020 the world community was shocked by Covid-19 which has caused death rates to increase in various countries. The government has carried out various policies as an effort to prevent the transmission of Covid-19, one of which is by implementing Large-Scale Social Restrictions (PSBB), which is a localized lock down modification according to the level of severity in the Province, Regency or City. This research was conducted to determine the policies for handling Covid-19 and the unemployment rate due to the effects of the pandemic on workers in Palembang City. The Covid-19 pandemic not only caused health problems but also had an impact on policies taken by the central and local governments.
EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis) DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA MENCIT (Mus musculus) Miranti Dwi Hartanti; Putri Erlyn; Muhammad Ahsanul Khuluqi
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 7: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Khasiat daun teh hijau (Camellia sinensis) sebagai anti radang sudah terkenal secara luas. Kandungan epigallocatechin pada teh hijau telah terbukti bermanfaat pada proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyembuhan luka pada mencit (Mus musculus) dengan menggunakan ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangan post test only controlled group design. Sampel menggunakan 18 mencit galur Swiss webster yang dipilih secara acak dan dibagi menjadi 3 kelompok. Sebanyak 0,2 ml ekstrak dioleskan satu kali per hari pada punggung mencit yang telah diberikan luka sayat sepanjang 1 cm. Data diolah menggunakan uji Kruskal-Wallis yang dilanjutkan uji Post Hoc. Data menunjukkan nilai p = 0,0001, terdapat perbedaan signifikan proses penyembuhan luka pada mencit menggunakan ekstrak daun teh hijau.
Peningkatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Perikanan Berbasis Pangan Lokal “Remis” (Corbicula Sp): Studi Kasus Kota Palembang Erlyn, Putri; Ramayanti, Indri; Faturohim, Agus; Akbar, Alexander; Hermawan, Arfan; Hidayat, Bachtari Alam
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v13i2.13022

Abstract

Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Musi Kota Palembang mengandalkan penangkapan ikan sebagai mata pencaharian utama namun masih menghadapi tingkat kemiskinan dan prevalensi stunting yang masih relatif tinggi masing-masing mencapai 10,48 persen (BPS, 2023) dan 14,3 persen (SSGI, 2023). Salah satu upaya untuk menurunkan prevalensi stunting adalah dengan meningkatkan konsumsi pangan yang merupakan sumber protein. Untuk mengatasi tantangan ini, salah satunya dapat dilakukan dengan cara penguatan ketahanan pangan melalui peningkatan konsumsi kerang remis sebagai sumber protein. Penelitian ini menggunakan tiga pendekatan, yaitu studi literatur, survei, dan wawancara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada 15 orang masyarakat Kampung Remis, Kelurahan 5 Ulu, Kota Palembang, Sumatera Selatan pada Desember 2022. Informan terdiri dari nelayan remis, penjual remis, dan masyarakat dipilih secara purposive sampling dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti umur, jenis kelamin, pekerjaan utama, dan tingkat pendidikan kemudian data dianalisis dengan pendekatan kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Remis sebagai sumber protein rumah tangga perikanan memiliki beberapa keuntungan yaitu ketersediaan mudah, potensi pengembangan budi daya remis dalam skala yang lebih besar secara komersial dan ramah lingkungan, dan Remis memiliki kemampuan adaptasi yang baik Beberapa tantangan sosial, ekonomi dan kebijakan yang ditemui yaitu pengetahuan dan kesadaran masyarakat, harga dan ketersediaan, regulasi dan kebijakan pemantauan kualitas dan keamanan pangan. Mengatasi tantangan ini akan memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan pemangku kepentingan terkait.Tittle:  Improving Household Food Security Based on Local Food “Clams” (Corbicula Sp): A Case Study in Palembang CityPopulations residing along the Musi River in Palembang City rely on fisheries as their primary source of income, but still face relatively high rates of poverty and stunting prevalence, reaching 10.48% (BPS, 2023) and 14.3% (SSGI, 2023), respectively. An effort to reduce the prevalence of stunting is possibly accomplished through increasing the consumption of protein-rich diets. To surmount this difficulty, food sustainability can be improved by increasing the consumption of shellfish as a source of protein. The study employs three methods: literature reviews, surveys, and in-depth interviews. The data was collected through in-depth interviews with 15 people from Kampung Remis, Kelurahan 5 Ulu, Palembang City, South Sumatra, in December 2022. The informants consisted of fishermen, vendors, and members of the community who were purposefully sampled based on age, gender, primary occupation, and level of education; the data was then qualitatively analysed and presented descriptively. Remis as a source of protein for household fishing has several advantages, including simple availability, commercially viable and environmentally friendly cultivation development potential, and high adaptability. Some social, economic, and policy challenges are knowledge and public awareness, price and accessibility, regulations and policies monitoring quality, and food security. Overcoming these challenges will require collaboration between governments, the public, the private sector, and related stakeholders.
Analisis Kuantitatif Pewarnaan Rhodamin B pada Jajanan Pasar di Seberang Ulu II Palembang Indriani, Nabila; Fitriani, Nyayu; Rosita, Yanti; Erlyn, Putri
Syifa'Medika Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i1.7891

Abstract

Makanan merupakan keperluan utama setiap orang. Masyarakat Indonesia sering mengkonsumsi jajanan pasar yang siap dikonsumsi dengan harga yang lebih terjangkau dan warna yang lebih menarik. Sering kali produsen menyalahgunakan pemakaian zat pewarna tekstil seperti rhodamin B sebagai bahan tambahan pangan karena mudah ditemukan, harga yang lebih terjangkau, dan menghasilkan warna yang lebih menarik, merah cerah mengkilap. Apabila terpapar rhodamin B dalam jumlah yang banyak menyebabkan gejala akut dan keracunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pewarna rhodamin B pada jajanan pasar di Seberang Ulu II. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif dengan pengujian metode spektrofotometri UV Vis. Sampel diperoleh dari Pasar Silaberanti, Pasar Pocong, dan Pasar Sentosa. Penelitian ini didapatkan 25 sampel yang diuji dengan metode ekstraksi cair-cair dengan hasil pengamatan bening lalu dilanjutkan dengan pengujian metode spektrofotometri UV Vis dan didapatkan tidak ada sampel yang mengandung rhodamin B (absorbansi 0,000). Hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa seluruh sampel jajanan pasar di Seberang Ulu II tidak mengandung rhodamine B.
The Potential of Shell Extract as a Hemostasis and Wound Healing Agent: A Literature Review Erlyn, Putri; Irfannuddin, Irfannuddin; Murti, Krisna; Lesbani, Aldes
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol. 33 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2023.033.01.6

Abstract

Hemostasis is an emergency medical treatment to reduce pain and patient mortality, therefore research is being developed to find effective hemostasis. The utilization of natural materials for hemostasis and wound healing is rapidly expanding, including chitosan found in shell extracts. Chitosan is obtained from chitin found in the soft shells of marine animals such as squid, shrimp, and crabs, or from hard shells such as clams, crabs, and lobsters. Chitosan offers advantages such as good biodegradability, biocompatibility, and non-toxicity, and has been widely used in biomedical, chemical, food, and cosmetic industries. This literature review aims to investigate the potential of shell extracts, particularly the characteristics of chitosan, in wound healing across hemostasis, inflammation, proliferation, and remodeling stages. The study results indicate that extracts from shells containing chitosan exhibit varying characteristics in terms of molecular weight and degree of deacetylation. Chitosan with higher molecular weight and degree of deacetylation tends to yield better outcomes in hemostasis and wound healing. The material is effective in reducing antithrombin, enhancing blood clotting processes, and aiding clot formation. Increased molecular weight contributes to stimulating various cytokines, such as TNF-α, TGF-ß1, and FGF2, which play a key role in the wound healing process. Additionally, higher degree of deacetylation chitosan is effective in stimulating fibroblast proliferation. Chitosan also influences VEGF in inducing angiogenesis and enhancing neovascularization in bone healing. Chitosan from shell extracts with certain molecular weight characteristics and degree of deacetylation has the potential to be the material of choice for accelerating hemostasis and wound healing.
Natural Resources and Environment Management for the Development of Local Wisdom Yuliana, Evi; Yusuf, Maulana; Nirmalasary, Try Nensy; Amri, Nanda Hasanul; Erlyn, Putri; Hariani, Poedji Loekitowati; Hidayat, Bachtari Alam
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.2759

Abstract

Natural resources are environmental components that include biological and non-biological resources that work together to produce an ecosystem. Rivers are one of the natural resources that sustain life. Musi River is a 750-kilometer-long river in the Indonesian state of South Sumatra. Rivers are an integral aspect of the environment and natural resources that must be protected in order for humanity to survive. Natural resources have the potential to be a source of local wisdom development. The objective of this research is to gain an understanding of how natural resources and the environment are managed in order to foster the development of indigenous wisdom. The purpose of this study is to define and analyze the opportunities, challenges, strengths, and weaknesses associated with natural resource management and the development of indigenous knowledge in Palembang. Palembang's natural resources, particularly its rivers, have the potential to have a positive impact on the environment and the development of indigenous wisdom if managed optimally. Ecological awareness is critical for the people of Palembang in managing the potential of natural resources for the development of local knowledge, such as maintaining the river's purity and keeping the fauna that is a source of local wisdom.