Pujaningsih
Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Kelancaran Membaca melalui Peer-Assisted Learning Strategies (PALS) pada Siswa dengan Kesulitan Membaca di Sekolah Inklusif Nor Ismayah; Pujaningsih
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12082

Abstract

Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang menentukan keberhasilan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran di sekolah dasar. Hasil asesmen awal pada siswa kelas IV SD Negeri Sei Telang menunjukkan masih adanya siswa yang mengalami kesulitan membaca, ditandai dengan rendahnya Words Correct Per Minute (WCPM), akurasi membaca, fluency, dan prosodi sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman bacaan. Meskipun Peer-Assisted Learning Strategies (PALS) telah terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca, penerapannya pada siswa dengan kesulitan membaca di sekolah dasar inklusif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kelancaran membaca melalui penerapan PALS. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri atas empat siswa kelas IV, dengan dua siswa sebagai subjek utama (tutee) dan dua siswa sebagai tutor sebaya. Data dikumpulkan melalui tes kelancaran membaca, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Kelancaran membaca diukur berdasarkan indikator WCPM, akurasi membaca, fluency, dan prosodi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PALS meningkatkan kelancaran membaca secara bertahap pada setiap siklus. Subjek EDW mengalami peningkatan WCPM dari 45 menjadi 50 kata benar per menit, akurasi membaca dari 84,9% menjadi 94,3%, fluency dari 66,7% menjadi 91,7%, dan prosodi dari 58,3% menjadi 91,7%. Subjek RJ mengalami peningkatan WCPM dari 47 menjadi 51 kata benar per menit, akurasi membaca dari 88,7% menjadi 96,2%, fluency dari 66,7% menjadi 91,7%, dan prosodi dari 66,7% menjadi 91,7%. Keterlaksanaan pembelajaran meningkat dari 77% menjadi 93% dan partisipasi siswa juga mengalami peningkatan. Disimpulkan bahwa PALS efektif meningkatkan kelancaran membaca melalui latihan membaca berulang, pemodelan oleh tutor sebaya, umpan balik langsung, dan interaksi kolaboratif yang mendukung otomatisasi pengenalan kata pada siswa dengan kesulitan membaca di sekolah dasar inklusif.
Analisis Penerapan Kebijakan Pendidikan Inklusif pada Lembaga PAUD Swasta Chairani Agustina; Hermanto; Pujaningsih
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pendidikan inklusif pada Lembaga PAUD Swasta di Kecamatan Sangatta Utara, serta penjabaran mengenai faktor yang mendukung dan menghambat dalam proses implementasi kebijakan pendidikan inklusif. penelitian ini perlu dilakukan agar kendala yang ada pelaksanaan dapat dilakukan evaluasi dan perbaikan, sehingga peningkatan kualitas pembelajaran inklusif lebih baik lagi ke depannya. Metode penelitian merupakan penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Sumber data yaitu primer dan sekunder, pengumpulan datanya melalui wawancara mendalam, observasi serta studi pustaka, fokus penelitian terdiri dari, kebijakan pendidikan inklusif dengan peningkatan kemampuan guru ABK, kebijakan pendidikan inklusif dengan pelatihan, kebijakan pendidikan inklusif dengan penyesuaian materi serta kebijakan pendidikan inklusif mengenai evaluasi fasilitas fisik. Adapun teknik analisis data menggunakan konsep dari Miles dan Hubberman yaitu model interkatif. Hasil penelitian menunjukkan Implementasi Kebijakan Pendidikan Inklusif pada Lembaga PAUD Swasta di Kecamatan Sangatta Utara yang terdiri dari: kebijakan dengan peningkatan kemampuan guru ABK, kebijakan melalui pelatihan guru, kebijakan dengan penyesuaian materi, dan kebijakan dengan evaluasi kebijakan. Dari empat implementasi kebijakan tersebut semuanya sudah diterapkan di sekolah TK dan PAUD pada lembaga swasta, hanya saja penyelenggaraannya kurang maksimal, hal tersebut disebabkan adanya kendala dalam penerapannya. Adapun faktor yang mendukung implementasi kebijakan pendidikan inklusif terdiri dari: Komitmen dan sikap positif guru, dukungan dari pihak sekolah, Kolaborasi antara guru, orang tua, dan tenaga profesional, Pola pikir atau pandangan (mindset) tentang ABK secara positif dan Peraturan atau kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan Pendidikan Inklusi. Sedangkan faktor yang menghambat implementasi kebijakan yaitu: terbatasnya guru pendamping, Anggaran dana yang terbatas, Belum ada instrumen evaluasi yang konsisten untuk menilai keberhasilan implementasi inklusi, fasilitas dan sarana pendukung pendidikan inklusif terbatas.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf melalui Metode Fonik Berbasis Pembelajaran Kolaborasi pada Anak dengan Risiko Gangguan Kesulitan Belajar Membaca di TK B Kusri Sukeksi; Pujaningsih
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12152

Abstract

Kemampuan mengenal huruf merupakan keterampilan awal yang penting dalam perkembangan membaca anak usia dini. Namun, masih terdapat anak Kelompok B yang mengalami hambatan dalam mengenali, menyebutkan, membedakan, dan menghubungkan bentuk huruf dengan bunyinya sehingga berisiko mengalami kesulitan membaca. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang memberikan stimulasi bunyi-huruf secara sistematis sekaligus melibatkan interaksi belajar yang sesuai dengan kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf melalui metode fonik berbasis pembelajaran kolaboratif pada anak dengan risiko kesulitan membaca di TK Negeri Pembina Kabupaten Kutai Timur. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah satu anak (focal child) Kelompok B yang diidentifikasi berisiko mengalami kesulitan membaca. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi kemampuan mengenal huruf, tes kemampuan mengenal huruf, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan mengenal huruf dari 26,67% pada kondisi awal menjadi 55,55% pada Siklus I dan 88,89% pada Siklus II. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam mengenali, menyebutkan, membedakan, serta menghubungkan bentuk huruf dengan bunyi yang sesuai. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan metode fonik berbasis pembelajaran kolaboratif dapat mendukung peningkatan kemampuan mengenal huruf pada anak dengan risiko kesulitan membaca melalui kegiatan yang sistematis, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan belajar anak.
Efektivitas Pendekatan Multisensori dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar yang Mengalami Kesulitan Membaca Maria Itidieni; Pujaningsih
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12153

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca kata berpola KV-KV pada siswa kelas II dengan kesulitan membaca di SD Negeri Sei Telang. Siswa mengalami kesulitan mengenali huruf, membedakan huruf b dan d, menggabungkan suku kata menjadi kata, serta membaca kata secara tepat dan lancar. Kesulitan tersebut menunjukkan adanya hambatan pada proses decoding, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan stimulasi visual, auditori, kinestetik, dan taktil untuk memperkuat hubungan grafem-fonem. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pendekatan multisensori dalam pembelajaran membaca permulaan serta menganalisis peningkatan kemampuan decoding kata berpola KV-KV pada siswa yang mengalami kesulitan membaca. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas II yang mengalami kesulitan membaca. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kemampuan membaca kata berpola KV-KV, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Tindakan dilakukan melalui aktivitas visual, auditori, kinestetik, dan taktil untuk memperkuat pengenalan huruf, penggabungan suku kata, dan pembacaan kata berpola KV-KV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan membaca meningkat dari 53,33% pada tahap pra tindakan menjadi 67,92% pada Siklus I dan 74,58% pada Siklus II. Peningkatan terjadi pada kemampuan mengenali huruf, membedakan huruf b dan d, menggabungkan suku kata, serta membaca kata dengan lebih tepat dan lancar. Analisis berdasarkan level instrumen menunjukkan bahwa siswa lebih mudah membaca kata repetisi dibandingkan kata transfer, yang mengindikasikan bahwa kemampuan generalisasi terhadap kata baru masih berkembang. Meskipun ketuntasan klasikal belum sepenuhnya mencapai indikator keberhasilan, seluruh subjek mengalami peningkatan kemampuan membaca. Dengan demikian, pendekatan multisensori mampu memperkuat proses decoding melalui integrasi stimulasi visual, auditori, kinestetik, dan taktil sehingga meningkatkan kemampuan membaca kata berpola KV-KV pada siswa dengan kesulitan membaca.