Latar Belakang: Penggunaan komputer/laptop secara terus-menerus dapat memicu timbulnya penyakit akibat kerja apabila tidak memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Diantara masalah yang dapat muncul adalah Digital Eye Strain (DES). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan keluhan Digital Eye Strain pada pegawai di Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan desai cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 58 dengan teknik total sampling menggunakan wawancara dan kuesioner. Waktu penelitian Juni 2025 – Agustus 2025 di Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi. Di analisis menggunakan metode uji chi-square dengan level signifikan pada 95% (p < 0,05). Variabel bebas adalah masa kerja, lama pemakaian komputer, penggunaan kacamata, istirahat mata, pencahayaan, sudut penglihatan, jarak penglihatan, dan penggunaan antiglare. Variabel terikat adalah keluhan Digital Eye Strain diukur dengan DES-Q. Hasil: Keluhan Digital Eye Strain sebesar 62,1%. Masa kerja (> 5 Tahun) 56,9%, lama penggunaan komputer (> 4 jam) 86,2%, Penggunaan kacamata 50%, istirahat mata (Ya) 55,2%, Sudut Penglihatan (sejajar) 58,6%, Jarak penglihatan (> 50 cm) 60,3%, Penggunaan Anti-glare (Tidak) 79,3%, dan pencahayaan (buruk) 55,2%. Variabel yang berhubungan dengan keluhan Digital Eye Strain adalah Penggunaan Kacamata (p=0,030), Istirahat Mata (p=0,036), Sudut Penglihatan (p=0,024), dan Pencahayaan (p=0,024). Kesimpulan: Ada hubungan antara Penggunaan Kacamata, Istirahat mata, Sudut Penglihatan, dan Pencahayaan dengan keluhan Digital Eye Strain pada pegawai di Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi.