ABSTRACT This study is motivated by the importance of optimizing zakat collection through official institutions such as BAZNAS, while public participation is still influenced by various factors. The study aims to analyze the influence of income, religiosity, and social environment on people’s interest in paying zakat through BAZNAS Mataram City, with age serving as a moderating variable. The research employed an associative quantitative method using a Structural Equation Modeling (SEM) approach based on SmartPLS 4. Data were collected through questionnaires as primary data from 100 respondents selected using purposive sampling techniques. The results indicate that income does not have a significant effect on the interest in paying zakat, while religiosity and social environment have a significant influence on such interest. Furthermore, the age variable was unable to moderate the effects of income, religiosity, and social environment on people’s interest in paying zakat. Therefore, the increase in interest in paying zakat is more strongly influenced by religiosity and social environmental aspects than by economic factors, highlighting the importance of strengthening educational efforts and religious social environments. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya optimalisasi pengumpulan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, namun partisipasi masyarakat masih dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan, religiusitas, dan lingkungan sosial terhadap minat masyarakat dalam membayar zakat di BAZNAS Kota Mataram dengan usia sebagai variabel moderasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis SmartPLS 4. Data diperoleh melalui kuesioner sebagai data primer dengan jumlah responden sebanyak 100 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat membayar zakat, sedangkan religiusitas dan lingkungan sosial berpengaruh signifikan terhadap minat tersebut. Selain itu, variabel usia tidak mampu memoderasi pengaruh pendapatan, religiusitas, dan lingkungan sosial terhadap minat masyarakat dalam membayar zakat. Dengan demikian, peningkatan minat membayar zakat lebih dipengaruhi oleh aspek religiusitas dan lingkungan sosial dibandingkan faktor ekonomi, sehingga penguatan edukasi dan lingkungan sosial keagamaan menjadi hal yang penting.