Muchammad Sholeh
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membangun Etika Digital Siswa MI/SD: Sinergi Pendidikan Karakter dan Literasi Teknologi Pada Pendidikan Dasar Tri Nathalia Palupi; Anita Ninasari; Joned Ceilendra Saksana; Muchammad Sholeh; Euis Fajriyah
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 3 No. 3 (2026): September
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v3i3.2301

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberi siswa Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) akses luas terhadap informasi, komunikasi, pembelajaran, dan ruang kreativitas. Namun, kecakapan mengoperasikan gawai belum selalu diimbangi oleh kemampuan menilai dampak tindakan di ruang digital. Kajian ini bertujuan menganalisis permasalahan etika digital pada siswa pendidikan dasar, menjelaskan sinergi pendidikan karakter dan literasi teknologi, serta merumuskan strategi penerapannya di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan kajian literatur sistematis (systematic literature review) yang mengacu pada panduan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, ResearchGate, dan ERIC untuk artikel terindeks rentang tahun 2018–2026 menggunakan kata kunci “etika digital”, “literasi digital SD/MI”, “pendidikan karakter anak usia sekolah dasar”, dan “kewargaan digital”. Dari 115 artikel awal yang ditemukan, sebanyak 22 artikel berkualitas tinggi memenuhi kriteria inklusi dan diestraksi ke dalam matriks analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika digital pada anak SD/MI terbentuk melalui keterpaduan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, kesantunan, dan pengendalian diri yang diintegrasikan dengan kompetensi mengevaluasi informasi dasar, menjaga privasi, memahami jejak digital, berkomunikasi secara etis, dan menghasilkan konten positif. Pembentukannya memerlukan pembelajaran berbasis kasus kontekstual anak, pembiasaan, keteladanan, aturan kelas yang mendidik, serta sinergi erat antara sekolah dasar, keluarga, dan komunitas. Implikasi praktis kajian ini memberikan panduan konseptual bagi pendidik SD/MI dalam merancang kurikulum kewargaan digital berbasis karakter.