Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Temperatur terhadap Yield dan Karakteristik Bio-Oil Hasil Pirolisis Plastik HDPE dan Serbuk Kayu Pinus Menggunakan Katalis Bentonit Alfarizky Pradirga; Dwi Lestari; Irawan Rusnadi; Lety Trisnaliani; Rima Daniar
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12560

Abstract

Penumpukan sampah plastik dan limbah biomassa yang belum dimanfaatkan secara optimal merupakan permasalahan lingkungan yang memerlukan solusi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh temperatur operasi terhadap yield dan karakteristik bio-oil hasil pirolisis campuran plastik High Density Polyethylene (HDPE) dan serbuk kayu pinus dengan rasio 2:1 menggunakan katalis bentonit. Proses pirolisis dilakukan pada reaktor fixed bed dengan variasi temperatur 250°C, 300°C, 350°C, 400°C, dan 450°C, massa bahan baku 2 kg, katalis bentonit 10% dari massa bahan baku, serta waktu operasi 120 menit. Karakteristik bio-oil yang dianalisis meliputi densitas, viskositas, nilai kalor, titik nyala, serta komposisi senyawa menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur operasi meningkatkan yield bio-oil dari 10,04% pada 250°C menjadi 13,02% pada 450°C. Densitas bio-oil menurun dari 0,7970 g/ml menjadi 0,7405 g/ml, sedangkan nilai kalor meningkat dari 8.083 cal/g menjadi 8.942 cal/g seiring kenaikan temperatur. Viskositas berfluktuasi pada rentang 3,01–6,77 cP dan titik nyala berada pada rentang 33,1–38,2°C. Kondisi operasi optimum diperoleh pada temperatur 450°C dengan yield 13,02%, densitas 0,7405 g/ml, viskositas 3,53 cP, nilai kalor 8.942 cal/g, dan titik nyala 33,1°C. Analisis GC-MS menunjukkan bio-oil didominasi oleh fraksi bensin (42,23%) dan fraksi solar (38,49%), diikuti fraksi kerosin (13,18%) dan fraksi pelumas (6,12%). Hasil ini menunjukkan bahwa campuran plastik HDPE dan serbuk kayu pinus berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku bahan bakar cair alternatif, meskipun masih memerlukan proses upgrading lanjutan agar sesuai standar bahan bakar komersial.