Hendry Badawi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Komparatif Konsep Isti'ārah dalam Balāgah dan Conceptual Metaphor Theory George Lakoff Hendry Badawi; Mohamad Harjum; Khairuddin Khairuddin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif konsep isti‘ārah dalam balāgah Arab dan Conceptual Metaphor Theory (CMT) yang dikemukakan oleh George Lakoff guna mengidentifikasi persamaan, perbedaan, serta kontribusi teoretis keduanya terhadap kajian metafora. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui analisis dokumen terhadap literatur utama balāgah Arab, buku Metaphors We Live By karya George Lakoff dan Mark Johnson, serta berbagai publikasi ilmiah yang membahas metafora dari perspektif retorika dan linguistik kognitif. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi data, penyajian data, kategorisasi komparatif, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua teori memiliki kesamaan mendasar, yaitu memandang metafora sebagai proses pemindahan makna dari satu ranah konseptual ke ranah konseptual lainnya. Namun demikian, keduanya berbeda dalam orientasi epistemologis. Balāgah Arab memandang isti‘ārah sebagai perangkat retoris dalam ilmu bayān yang menitikberatkan pada keindahan bahasa, efektivitas stilistika, dan daya persuasif, sedangkan Conceptual Metaphor Theory memandang metafora sebagai mekanisme kognitif yang digunakan manusia untuk memahami konsep-konsep abstrak melalui pengalaman yang lebih konkret. Penelitian ini juga menemukan adanya kesepadanan konseptual antara musta‘ār minhu dengan source domain serta musta‘ār lahu dengan target domain. Selain itu, klasifikasi isti‘ārah dalam balāgah Arab terbukti lebih rinci dibandingkan kategori metafora yang dikemukakan Lakoff. Penelitian menyimpulkan bahwa kedua pendekatan tidak bersifat kontradiktif, melainkan saling melengkapi. Integrasi perspektif retoris, linguistik, dan kognitif mampu menghasilkan kerangka yang lebih komprehensif dalam memahami metafora serta memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian balāgah Arab, semantik kognitif, dan analisis wacana Al-Qur'an.