Nurul Khaerani Syani
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Psikoedukasi Penguatan Batasan Peran terhadap Efikasi Diri dan Kelelahan Emosional Relawan Pendamping Anak di Komunitas S Nurul Khaerani Syani; Rahma Kusumandari
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12995

Abstract

Ketidakjelasan batas peran relawan berpotensi menimbulkan kesenjangan ekspektasi antara masyarakat dan kapasitas aktual relawan, sehingga meningkatkan risiko tekanan psikologis dan kelelahan emosional (Nesbit, Christensen, & Brudney, 2018; Bakker & Demerouti, 2007). Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas psikoedukasi partisipatif sesi tunggal terhadap efikasi diri dan kelelahan emosional relawan pendamping anak pada sebuah komunitas berbasis relawan di Kota Surabaya. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest dengan 15 anggota aktif (pengurus inti dan relawan) yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi berupa satu sesi psikoedukasi (110 menit) yang mencakup ceramah interaktif, diskusi kasus, latihan regulasi emosi (teknik pernapasan sadar dan grounding 5-4-3-2-1), serta refleksi kelompok. Efikasi diri diukur menggunakan adaptasi General Self-Efficacy Scale (Schwarzer & Jerusalem, 1995) berdasarkan teori Bandura (1997), dan kelelahan emosional diukur menggunakan adaptasi Maslach Burnout Inventory (Maslach & Jackson, 1981). Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pada skor efikasi diri (rata-rata 1,73 menjadi 3,65; t = 7,440; p < 0,001) maupun skor kelelahan emosional (rata-rata 1,77 menjadi 3,87; t = 6,645; p < 0,001). Peningkatan skor kelelahan emosional diinterpretasikan melalui kerangka response-shift bias (Howard, 1980; Fokkema, Smits, Kelderman, & Cuijpers, 2013), yaitu kemungkinan peningkatan kesadaran relawan terhadap kondisi kelelahan emosionalnya sendiri setelah menerima psikoedukasi, bukan semata indikasi kondisi psikologis yang memburuk. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi partisipatif sesi tunggal efektif meningkatkan efikasi diri relawan, namun memerlukan tindak lanjut berupa supervisi dan dukungan berkelanjutan untuk menangani kelelahan emosional yang teridentifikasi.