Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Konsep Value for Money untuk Menilai Kualitas Pelayanan Publik (Studi Kasus pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pamekasan) Seza Riaturrohmah; Tsumma Lazuardini Imamia; Yasin Nur Rohim
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13047

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja pelayanan publik pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pamekasan berdasarkan konsep Value for Money yang mencakup aspek ekonomi, efisiensi, dan efektivitas selama periode 2021–2023. Penelitian menggunakan paradigma positivis dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data penelitian berupa data sekunder yang bersumber dari Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) dan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), serta diperkuat melalui wawancara dengan pihak instansi. Analisis dilakukan dengan menghitung rasio ekonomi, efisiensi, dan efektivitas pada program kerja yang dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek ekonomi berada pada kategori kurang ekonomis dengan rasio 91% pada 2021, 92% pada 2022, dan 92% pada 2023. Aspek efisiensi menunjukkan kinerja sangat efisien dengan rasio 101%, 112%, dan 105%, yang didukung inovasi layanan SIPAKADES dan PADUKA dalam meningkatkan output dengan penggunaan sumber daya terkendali. Aspek efektivitas berada pada kategori efektif dengan rasio 91%, 88%, dan 87%, meskipun terdapat tren penurunan kepuasan masyarakat akibat kendala Tanda Tangan Elektronik dan jaringan layanan. Penelitian menyimpulkan bahwa kinerja Disdukcapil Kabupaten Pamekasan secara keseluruhan tergolong positif, tetapi masih diperlukan perbaikan penganggaran berbasis kebutuhan riil, optimalisasi pemanfaatan anggaran, serta penguatan mitigasi gangguan layanan digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat. Implikasi penelitian menekankan pentingnya penerapan penganggaran berbasis kinerja, realokasi anggaran secara adaptif, pemeliharaan perangkat dan jaringan, serta penyusunan prosedur kontingensi ketika sistem pelayanan mengalami gangguan.