Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya sistem pencatatan biaya lingkungan yang spesifik pada UMKM Briket Arang, sehingga berbagai biaya yang berkaitan dengan pengelolaan limbah masih dicatat sebagai bagian dari biaya operasional umum. Kondisi tersebut menyebabkan informasi mengenai besaran dan jenis biaya lingkungan belum dapat diidentifikasi secara jelas, sehingga berpotensi menghambat proses pengendalian biaya dan pengambilan keputusan manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan format pencatatan biaya limbah berbasis Environmental Management Accounting (EMA) serta mengetahui tingkat kelayakan format yang dikembangkan agar dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan UMKM Briket Arang. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, serta dokumentasi terkait aktivitas produksi dan biaya pengelolaan limbah. Format yang dikembangkan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan biaya lingkungan berdasarkan aktivitas pengelolaan limbah, khususnya biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa format pencatatan memperoleh persentase kelayakan sebesar 97,2% dari ahli media dan 97,5% dari ahli materi, yang keduanya termasuk kategori “Sangat Layak”. Hasil uji coba kepada pemilik UMKM memperoleh skor 41 dari skor maksimum 44 atau sebesar 93,2% dengan kategori “Sangat Layak”. Penerapan format tersebut membantu UMKM mencatat biaya lingkungan secara lebih sistematis, memisahkannya dari biaya operasional umum, serta meningkatkan pemahaman pemilik usaha mengenai biaya yang timbul akibat aktivitas pengelolaan limbah. Dengan demikian, format pencatatan berbasis Environmental Management Accounting layak digunakan sebagai alat sederhana untuk mendukung pengendalian biaya lingkungan pada UMKM Briket Arang