Ni Luh Hita Ekayanti Pujarisma
Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Fenomena Mom Guilt pada Ibu Bekerja di Indonesia dalam Perspektif Psikologi Positif dan Indigenous Ni Luh Hita Ekayanti Pujarisma; Nina Fitriana
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13049

Abstract

Fenomena meningkatnya jumlah perempuan yang bekerja menjadi isu penting dalam dinamika sosial modern. Arus globalisasi dan perubahan ekonomi telah mendorong pergeseran struktur keluarga, dimana perempuan kini tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga ikut berkontribusi sebagai pencari nafkah Meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja sering kali menimbulkan mom guilt, yaitu perasaan bersalah akibat ketidakmampuan memenuhi standar ideal sebagai ibu di tengah tuntutan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika mom guilt pada ibu bekerja melalui integrasi perspektif psikologi positif (model PERMA) dan psikologi indigenous di konteks budaya Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, yang mensintesis hasil penelitian relevan dari basis data Google Scholar, ResearchGate, dan SINTA. Hasil analisis menunjukkan bahwa mom guilt pada ibu bekerja di Indonesia dipicu oleh budaya paternalistik yang menetapkan pengasuhan sebagai tanggung jawab mutlak perempuan, serta adanya tekanan dari struktur keluarga luas. Namun, temuan ini juga mengungkapkan bahwa ibu bekerja dapat mencapai kondisi flourishing dengan menginternalisasi nilai spiritual sebagai bagian dari dimensi meaning, dimana peran ganda dimaknai sebagai ibadah. Dukungan suami dan hubungan sosial yang positif terbukti efektif memitigasi dampak konflik peran dan stres emosional. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan ibu bekerja dalam mengatasi rasa bersalah sangat bergantung pada sinergi antara ketangguhan karakter individu dan pergeseran paradigma sosial menuju pembagian peran gender yang lebih egaliter. Integrasi nilai-nilai lokal dengan kekuatan psikologis positif memungkinkan ibu bekerja mencapai kesejahteraan psikologis yang optimal tanpa mengorbankan identitas budayanya.