Indah Indah
Universitas Cendrawasih, Jayapura, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Media Dayung Perahu (POH) Sebagai Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Gaya Pada Murid Kelas V SD Negeri Amamapare, Timika, Papua Maria Yoke Iriyanan; Wigati Yektiningtyas; Marmoah Marmoah; Kusdianto Kusdianto; Indah Indah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13058

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat sekolah dasar sering kali terlepas dari konteks sosial budaya murid, sehingga materi seperti konsep gaya menjadi abstrak dan berpusat pada hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan media pembelajaran berbasis etnosains, yakni "Dayung Perahu" (POH), terhadap peningkatan pemahaman konsep gaya pada murid kelas V SD Negeri Amamapare, Mimika, Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi-Experimental tipe One-Group Pretest-Posttest, disertai analisis regresi linear sederhana, dan melibatkan 32 murid sebagai subjek penelitian melalui teknik sampling jenuh. Instrumen tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya digunakan untuk mengukur pemahaman konsep gaya sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 54,6 (pretest) menjadi 82,4 (posttest), yang membuktikan bahwa aktivitas simulasi POH secara konkret mampu mendemonstrasikan prinsip gaya otot, gaya dorong, dan gaya gesek secara aplikatif. Temuan analisis regresi linear menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dengan p-value sebesar 0,000 < 0,05, dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,684. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan media POH berkontribusi sebesar 68,4% terhadap peningkatan pemahaman konsep gaya murid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal Papua dalam pembelajaran IPA tidak hanya meningkatkan literasi sains murid secara signifikan, tetapi juga merevitalisasi nilai-nilai budaya lokal dalam pendidikan formal. Temuan ini merekomendasikan perlunya pengembangan kurikulum IPA yang lebih kontekstual dengan memanfaatkan artefak budaya sebagai alat peraga utama di wilayah Papua, khususnya daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), guna menciptakan pembelajaran yang bermakna, aplikatif, dan berakar pada identitas budaya murid.