Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology
Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober

Analisis Media Dayung Perahu (POH) Sebagai Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Gaya Pada Murid Kelas V SD Negeri Amamapare, Timika, Papua

Maria Yoke Iriyanan (Universitas Cendrawasih, Jayapura, Indonesia)
Wigati Yektiningtyas (Universitas Cendrawasih, Jayapura, Indonesia)
Marmoah Marmoah (Universitas Negeri Sebeleas Maret, Surakarta, Indonesia)
Kusdianto Kusdianto (Universitas Cendrawasih, Jayapura, Indonesia)
Indah Indah (Universitas Cendrawasih, Jayapura, Indonesia)



Article Info

Publish Date
15 Aug 2026

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat sekolah dasar sering kali terlepas dari konteks sosial budaya murid, sehingga materi seperti konsep gaya menjadi abstrak dan berpusat pada hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan media pembelajaran berbasis etnosains, yakni "Dayung Perahu" (POH), terhadap peningkatan pemahaman konsep gaya pada murid kelas V SD Negeri Amamapare, Mimika, Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi-Experimental tipe One-Group Pretest-Posttest, disertai analisis regresi linear sederhana, dan melibatkan 32 murid sebagai subjek penelitian melalui teknik sampling jenuh. Instrumen tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya digunakan untuk mengukur pemahaman konsep gaya sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 54,6 (pretest) menjadi 82,4 (posttest), yang membuktikan bahwa aktivitas simulasi POH secara konkret mampu mendemonstrasikan prinsip gaya otot, gaya dorong, dan gaya gesek secara aplikatif. Temuan analisis regresi linear menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dengan p-value sebesar 0,000 < 0,05, dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,684. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan media POH berkontribusi sebesar 68,4% terhadap peningkatan pemahaman konsep gaya murid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal Papua dalam pembelajaran IPA tidak hanya meningkatkan literasi sains murid secara signifikan, tetapi juga merevitalisasi nilai-nilai budaya lokal dalam pendidikan formal. Temuan ini merekomendasikan perlunya pengembangan kurikulum IPA yang lebih kontekstual dengan memanfaatkan artefak budaya sebagai alat peraga utama di wilayah Papua, khususnya daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), guna menciptakan pembelajaran yang bermakna, aplikatif, dan berakar pada identitas budaya murid.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ijmst

Publisher

Subject

Computer Science & IT Economics, Econometrics & Finance Engineering Social Sciences

Description

Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, dan kajian kritis-analitik mengenai penelitian di bidang Multidisiplin Sosial dan Teknologi. Hal ini merupakan bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu yang ...