Ahmad Hasinur Rohman
Universitas KH. Mukhtar Syafaat, Banyuwangi Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digital Entrepreneurship sebagai Paradigma Baru Penguatan Pendidikan Pesantren di Tengah Disrupsi Teknologi Ahmad Hasinur Rohman; Mohammad Hsiyam Syafa’at
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis digital entrepreneurship sebagai paradigma baru dalam penguatan pendidikan pesantren di tengah disrupsi teknologi serta mengkaji strategi implementasinya dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada sebuah pesantren yang telah mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran, pengelolaan kelembagaan, dan pengembangan kewirausahaan santri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital entrepreneurship tidak hanya mendorong peningkatan literasi digital, kreativitas, dan kompetensi kewirausahaan santri, tetapi juga memperkuat efektivitas manajemen pesantren melalui optimalisasi platform digital, pemasaran berbasis media sosial, serta inovasi unit usaha yang berorientasi pada keberlanjutan. Pembahasan mengungkap bahwa keberhasilan implementasi paradigma ini dipengaruhi oleh kepemimpinan visioner, penguatan budaya digital, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitas kewirausahaan digital. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka konseptual digital entrepreneurship berbasis pesantren sebagai model transformasi pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu memperkuat kemandirian ekonomi dan daya saing lembaga pendidikan Islam di era digital
DINAMIKA DAN TANTANGAN TENAGA PENDIDIK SERTA KEPENDIDIKAN PADA ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENDIDIKAN PESANTREN Ahmad Hasinur Rohman; Siti Aimah
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i4.3387

Abstract

This article aims to analyze the dynamics and challenges faced by teaching and educational support staff in responding to the development of Artificial Intelligence (AI) within the pesantren education system, as well as to identify adaptive strategies for improving technology-based educational management. This study employed a descriptive qualitative approach using literature review and contextual observation methods to examine the implementation of digital technology in modern pesantren. Research data were collected from scientific journals, educational documents, digital transformation policies, and empirical phenomena related to the use of AI in educational administration and learning activities. Data analysis was conducted using the interactive model, while data validity was ensured through triangulation techniques. The findings reveal that AI development has significantly influenced the working patterns of teaching and educational personnel, particularly in academic administration, data management, learning effectiveness, and the innovation of digital learning media. However, limited technological competence, low digital literacy, organizational cultural resistance, and inadequate professional training remain major challenges. This study contributes to strengthening the concept of adaptive, innovative, and value-based human resource development in pesantren education to address the challenges of technological disruption in the digital era.