Menurunnya penggunaan Bahasa Lampung pada generasi muda berpotensi melemahkan kemampuan komunikasi lisan sekaligus keberlanjutan transmisi bahasa antargenerasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kemampuan berbicara Bahasa Lampung pada siswa sekolah dasar, mengidentifikasi aspek yang menjadi kendala, faktor yang memengaruhi, serta strategi pembelajaran dan upaya pendidikan yang telah diterapkan. Penelitian menggunakan Systematic Literature Review dengan prosedur seleksi berdasarkan PRISMA 2020. Literatur periode 2021–2025 ditelusuri melalui Google Scholar, GARUDA, dan SINTA. Dari 994 rekaman yang teridentifikasi, proses penyaringan judul, abstrak, dan teks lengkap menghasilkan enam studi yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan sintesis naratif-deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan berbicara Bahasa Lampung siswa sekolah dasar masih menghadapi kendala pada pelafalan, intonasi, penguasaan kosakata, dan kelancaran. Faktor yang memengaruhi mencakup faktor internal berupa minat, motivasi, penguasaan kosakata, dan karakteristik penggunaan bahasa, serta faktor eksternal berupa keluarga, lingkungan sosial, dominasi Bahasa Indonesia, kompetensi guru, media, dan proses pembelajaran. Strategi yang teridentifikasi meliputi pembelajaran muatan lokal, video animasi dan media digital, pelatihan guru, serta revitalisasi berbasis pendidikan dan kebudayaan. Namun, bukti eksperimen yang secara langsung menguji peningkatan kemampuan berbicara masih terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kemampuan berbicara Bahasa Lampung memerlukan penguatan kompetensi siswa yang terintegrasi dengan kualitas pembelajaran dan lingkungan penggunaan bahasa. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pengembangan intervensi pembelajaran komunikatif dan berbasis teknologi, disertai pengujian eksperimen atau kuasi eksperimen dengan kemampuan berbicara sebagai hasil utama.