Heri Puspito
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Status Merokok terhadap Waktu Pulih Sadar Pasien Pasca Anestesi Umum di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Agnesa Feranika; Heri Puspito; Endah Tri Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1140

Abstract

Pemulihan kesadaran pasca anestesi umum merupakan indikator keberhasilan anestesi karena keterlambatan waktu pulih sadar dapat meningkatkan risiko komplikasi pascaoperasi. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mencatat sekitar 70 juta perokok aktif di Indonesia, sedangkan Badan Pusat Statistik melaporkan prevalensi merokok sebesar 28,6% pada penduduk usia ≥15 tahun. Status merokok berpotensi memengaruhi waktu pulih sadar melalui gangguan fungsi respirasi, perfusi jaringan, dan metabolisme obat anestesi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh status merokok terhadap waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan prospective cross-sectional pada 70 pasien berusia 18–60 tahun. Status merokok diklasifikasikan menjadi perokok aktif, perokok pasif, mantan perokok, dan bukan perokok. Waktu pulih sadar diukur menggunakan Modified Aldrete Score ≥9. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan uji lanjut Bonferroni. Seluruh kelompok berdistribusi normal (Shapiro–Wilk, p > 0,05) dan homogen (Levene, p = 0,069). Rata-rata waktu pulih sadar tercepat pada kelompok bukan perokok (9,89 menit), diikuti perokok pasif (11,88 menit), mantan perokok (14,35 menit), dan perokok aktif (16,78 menit). Uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna berdasarkan status merokok (p = 0,000), sedangkan uji Bonferroni menunjukkan seluruh pasangan kelompok berbeda bermakna (p < 0,05). Status merokok berpengaruh terhadap waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum. Pasien yang akan menjalani anestesi umum disarankan menghentikan kebiasaan merokok sebelum pembedahan.
Pengaruh Inovasi Media Edukasi Berbasis Mobile Learning Terhadap Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Pada Tenaga Pengajar Di TK ABA Kecamatan Piyungan Dinna Azzahra; Endah Tri Wulandari; Heri Puspito
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1230

Abstract

Latar Belakang: Kecamatan Piyungan merupakan wilayah rawan gempa bumi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Fenomena rendahnya kesiapsiagaan guru TK terhadap bencana telah dibuktikan oleh beberapa penelitian, di antaranya Solfiah et al. (2019) yang menemukan bahwa tingkat kesiapsiagaan guru TK hanya mencapai 30,26% dengan kategori kurang. Hal ini diperkuat oleh Lee et al. (2023) yang melaporkan skor kesiapsiagaan guru PAUD berada pada kategori sedang dengan rata-rata 61,0 dari 100, serta Kawasaki et al. (2022) yang menyatakan bahwa 62,3% sekolah belum siap dijadikan tempat evakuasi saat bencana. Tujuan: Mengetahui pengaruh inovasi media edukasi berbasis Mobile learning terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada tenaga pengajar di TK ABA Kecamatan Piyungan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 35 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kesiapsiagaan bencana gempa bumi dengan 30 butir pernyataan berskala Likert. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden berada pada kategori Hampir Siap dan tidak ada yang mencapai kategori Siap maupun Sangat Siap. Setelah intervensi, mayoritas responden meningkat ke kategori Sangat Siap (57,1%), dengan kategori paling sedikit adalah Hampir Siap (11,4%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -5,596 dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan media edukasi berbasis Mobile learning terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada tenaga pengajar di TK ABA Kecamatan Piyungan. Saran: Tenaga pengajar diharapkan memanfaatkan Mobile learning secara berkelanjutan, lembaga pendidikan dan pemerintah daerah disarankan mengintegrasikannya dalam program pelatihan formal, serta peneliti selanjutnya disarankan menggunakan desain dengan kelompok kontrol. Kata Kunci: Gempa Bumi, Kesiapsiagaan Bencana, Mobile learning, Tenaga Pengajar TK Daftar Pustaka: 69 pustaka (2018–2026)
HUBUNGAN PENGETAHUAN DASAR KODE MERAH DENGAN KESIAPSIAGAAN KEBAKARAN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA Angga Dwi Prasetyo; Heri Puspito; Triyas Singgih Pambudi
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 11 No. 2 (2026): September : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v11i2.2679

Abstract

Latar Belakang: Kebakaran merupakan salah satu kondisi darurat yang dapat terjadi di lingkungan pendidikan maupun pelayanan kesehatan. Pengetahuan dasar Code Red merupakan upaya pencegahan yang wajib dimiliki tenaga kesehatan untuk mengurangi risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan kebakaran. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hanya sekitar 40–50% mahasiswa memahami prosedur evakuasi kebakaran dengan benar. Oleh karena itu, mahasiswa Keperawatan Anestesiologi sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan memiliki pengetahuan dasar Code Red yang baik guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dasar Code Red dengan kesiapsiagaan kebakaran pada mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional melalui pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 60 responden yang diambil menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dasar Code Red dan kesiapsiagaan kebakaran. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dasar Code Red kategori cukup sebanyak 45 responden (73,8%) dan kesiapsiagaan kebakaran kategori tidak siap sebanyak 43 responden (70,5%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value 0,001 (<0,05) dengan koefisien korelasi 0,415 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dasar Code Red dengan kesiapsiagaan kebakaran pada mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Semakin baik pengetahuan dasar Code Red mahasiswa, semakin baik pula kesiapsiagaan kebakaran yang dimiliki. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dasar Code Red dengan kesiapsiagaan kebakaran pada mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Saran: Institusi pendidikan diharapkan meningkatkan edukasi, pelatihan, dan simulasi Code Red secara berkelanjutan guna meningkatkan kesiapsiagaan kebakaran mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat.