Mohamad Rifki
Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Manajemen Stres Terhadap Kondisi Psikologis Perawat Di RSUD Toto Kabila Mohamad Rifki; Hartati Inaku; Fifi Ishak
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1379

Abstract

Perkenalan : Kondisi psikologis perawat merupakan aspek penting yang memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan. Tingginya beban kerja, tuntutan profesional, serta tekanan lingkungan kerja dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi pada perawat. Manajemen stres yang baik diperlukan untuk membantu perawat mengendalikan tekanan kerja sehingga kondisi psikologis tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan manajemen stres dengan kondisi psikologis perawat di RSUD Toto Kabila Gorontalo. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data manajemen stres diukur menggunakan kuesioner berdasarkan teori Lazarus dan Folkman, sedangkan kondisi psikologis diukur menggunakan instrumen DASS-21. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki manajemen stres kategori baik sebanyak 19 orang (47,5%), sedangkan kondisi psikologis sebagian besar berada pada kategori ringan sebanyak 19 orang (47,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,039 (p<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan signifikan antara manajemen stres dan kondisi psikologis perawat. Perawat dengan manajemen stres yang baik cenderung memiliki kondisi psikologis yang lebih baik dibandingkan perawat dengan manajemen stres yang kurang. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan manajemen stres dapat mendukung kesejahteraan psikologis dan meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit.