Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Perencanaan Usaha dan Keterampilan Promosi Digital Purna PMI melalui Business Model Canvas dan Canva M Kholilurrohman; Marsono Marsono
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1383

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat perencanaan usaha dan keterampilan promosi digital purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui penerapan Business Model Canvas (BMC) dan Canva. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 25 peserta di Desa Mentaras, Kabupaten Gresik. Pendampingan menggunakan pendekatan praktik kolaboratif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, pengisian lembar kerja BMC, latihan penyusunan media promosi, konsultasi, dan umpan balik langsung dari fasilitator. Data kegiatan diperoleh dari identifikasi kebutuhan, daftar hadir, observasi proses, tanya jawab, dokumentasi, serta telaah terhadap lembar kerja dan luaran kelompok yang tersedia. Evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan lima indikator, yaitu pemahaman fungsi BMC, kemampuan mengidentifikasi unsur dasar model usaha, pemahaman pemasaran digital, kemampuan mengikuti tahapan penyusunan media promosi melalui Canva, dan pengenalan saluran promosi digital. Evaluasi tidak menggunakan pretest–posttest individual maupun skor terstandardisasi. Hasil menunjukkan bahwa peserta terlibat dalam diskusi, penyusunan lembar kerja, konsultasi dengan fasilitator, serta penerapan arahan secara langsung selama praktik kelompok. Kegiatan menghasilkan dua luaran utama pada tingkat kelompok, yaitu pemetaan gagasan usaha melalui BMC dan pengalaman awal menyusun komunikasi promosi berbasis Canva. Secara praktis, pendampingan membantu peserta menata gagasan usaha secara lebih terstruktur dan mengenali cara sederhana untuk mengomunikasikan produk kepada calon pelanggan. Hasil tersebut masih terbatas pada capaian proses dan kemampuan awal yang diamati segera setelah kegiatan sehingga belum menunjukkan retensi keterampilan, penerapan pada usaha, atau keberlanjutan usaha purna PMI.