Muhammad Firjatullah
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Aplikasi Parak Acil Online Pada Uptd Disdukcapil Kecamatan Banjarmasin Selatan: Penelitian Muhammad Firjatullah; Dewi Merdayanty; Junaidy; Beni Akhmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Aplikasi Parak Acil Online pada UPTD Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kecamatan Banjarmasin Selatan serta mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Informan penelitian terdiri atas Kepala UPTD, operator pelayanan, dan masyarakat sebagai pengguna layanan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Analisis implementasi mengacu pada teori George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Aplikasi Parak Acil Online secara umum telah berjalan dengan baik. Aspek komunikasi terlaksana melalui sosialisasi kepada pegawai dan masyarakat, meskipun pemahaman sebagian masyarakat terhadap penggunaan aplikasi masih terbatas. Dari aspek sumber daya, sarana pendukung telah tersedia, namun jumlah operator pelayanan masih belum memadai. Pada aspek disposisi, aparatur menunjukkan komitmen yang baik dalam memberikan pelayanan, sedangkan aspek struktur birokrasi didukung oleh pembagian tugas dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas. Kendala yang dihadapi meliputi rendahnya literasi digital masyarakat, gangguan jaringan dan sistem aplikasi, keterbatasan jumlah operator, serta ketidaklengkapan persyaratan administrasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi, penguatan infrastruktur teknologi, dan penambahan sumber daya manusia agar implementasi aplikasi dapat berjalan lebih optimal.