Hera Wati
Universitas Negeri Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH MOTIVASI BERUSAHATANI DAN PENYULUHAN PERTANIAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA GABUNGAN KELOMPOK TANI JAGUNG DI DESA BAGAN SARI KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN Hera Wati; Lokot Muda Harahap
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i4.3096

Abstract

Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Salah satu daerah yang memiliki potensi pertanian cukup besar adalah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, di mana komoditas jagung menjadi tanaman pangan yang berperan penting bagi perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi berusahatani dan penyuluhan pertanian terhadap produktivitas pada Gabungan Kelompok Tani Jagung di Desa Bagan Sari Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan taknik pengumpulan data melalui observasi, studi kepustakaan, dan kuesioner yang disebarkan kepada 100 kelompok tani yang dipilih melalui sampel jenuh. Data dianalisis menggunakan analisis Uji asumsi klasik, regresi linier berganda, Uji parsial dan Uji simultan yang diolah menggunakan program SPSS versi 26 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berusahatani berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas dengan koefisien regresi sebesar 0,981 (98,1%), sedangkan penyuluhan pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas dengan koefisien regresi sebesar 0,662 (66,2%). Secara simultan, motivasi berusahatani dan penyuluhan pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,500 menunjukkan bahwa 50% variasi produktivitas dapat dijelaskan oleh motivasi berusahatani dan penyuluhan pertanian, sedangkan 50% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.