Perilaku merokok merupakan salah satu faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke, gangguan pernapasan, kanker, impotensi, serta gangguan pada kehamilan dan janin. Survei pendahuluan yang dilakukan di SMA Utama Bandar Lampung didapatkan perilaku merokok siswa yang masih tinggi dengan berbagai faktor antara lain kemudahan akses, pengaruh teman sebaya, media sosial dan orang tua.Penelitian bertujuan untuk untuk mengidentifikasi determinan faktor lingkungan dan sosial yang berhubungan dengan perilaku merokok pada remaja di SMA Utama Bandar Lampung tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional yang merupakan metode penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko dengan efek pada waktu yang bersamaan (point time approach). Populasi adalah seluruh siswa di SMA Utama Bandar Lampung dengan jumlah sebanyak 119 siswa. Sampel menggunakan total populasi yaitu sebanyak 119 siswa di SMA Utama Bandar Lampung. Analisis menggunakan perangkat lunak SPSS dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Distribusi frekuensi perilaku merokok remaja di SMA Utama Bandar Lampung sebanyak 83 orang (69,7%). Jumlah responden dengan akses terhadap rokok sulit sebanyak 66 orang (55,5%), responden yang tidak mendapatkan paparan rokok dari media sosial sebanyak 61 orang (51,3%), responden yang merokok karena adanya pengaruh teman sebaya sebanyak 65 orang (54,6%), responden yang merokok bukan karena adanya peran orang tua sebanyak sebanyak 61 orang (51,3%). Ada hubungan akses mendapatkan rokok, paparan media sosial , pengaruh teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja di SMA Utama Bandar Lampung. Variabel dominan yang berhubungan dengan perilaku merokok pada remaja di SMA Utama Bandar Lampung adalah teman sebaya. Membentuk peer educators (pendidik sebaya) dengan memilih dan melatih siswa yang berpengaruh (tidak harus pengurus OSIS, tetapi siswa yang memiliki lingkaran pertemanan luas) untuk menjadi agen perubahan untuk membagikan informasi valid mengenai dampak merokok secara kasual dan menjadi tempat berdiskusi bagi teman-temannya.