This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Sisca Oktarini Oktarini
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kerentanan Genetik dan Masalah Gizi Remaja Serta Perempuan Pascabencana: Systematic Literature Review Sisca Oktarini Oktarini; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61925

Abstract

Bencana alam dapat mengganggu sistem pangan, pelayanan kesehatan, sanitasi, dan kondisi sosial ekonomi sehingga meningkatkan risiko masalah gizi pada remaja dan perempuan. Kerentanan genetik dapat memengaruhi respons individu terhadap stres nutrisi pada kondisi pascabencana. Kajian ini bertujuan untuk mensintesis bukti mengenai peran kerentanan genetik terhadap masalah gizi pada remaja dan perempuan di komunitas pascabencana serta mengidentifikasi interaksi gen–lingkungan yang memengaruhi luaran gizi. Tinjauan literatur naratif dengan pedoman PRISMA 2020 dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Artikel berbahasa Inggris yang diterbitkan tahun 2014–2025 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak 40 artikel dari keempat basis data memenuhi kriteria dan disintesis. Status gizi masyarakat pascabencana dipengaruhi oleh interaksi antara paparan lingkungan dan predisposisi genetik. Variasi gen HFE, TMPRSS6, MTHFR, VDR, FTO, dan MC4R berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap masalah gizi ketika akses pangan dan keragaman konsumsi terbatas. Remaja dan perempuan merupakan kelompok yang sangat rentan karena kebutuhan fisiologis zat gizinya lebih tinggi. Kerentanan genetik dapat memodifikasi respons gizi pada remaja dan perempuan setelah bencana. Integrasi perspektif genetik dengan intervensi gizi konvensional berpotensi mendukung strategi gizi kebencanaan yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti.