This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Eni Suriati Ginting
STIKes Mitra Husada Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh indikator status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tuntungan Medan, Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Meila Novita; Sonia Novita Sari; Eni Suriati Ginting; Riska Muliana; Nabila Rara Putri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62146

Abstract

Anemia selama kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama karena meningkatkan risiko morbiditas ibu dan neonatal. Indikator status gizi, termasuk body mass index (BMI), lingkar lengan atas (LILA), pertambahan berat badan selama kehamilan, dan konsumsi tablet zat besi, dianggap sebagai determinan penting anemia pada ibu. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indikator status gizi dengan anemia pada ibu hamil. Metode penelitian analitik dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan di Puskesmas Medan Tuntungan. Sebanyak 86 ibu hamil dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi sebanyak 597 ibu hamil. Data diperoleh dari rekam medis menggunakan lembar checklist. Variabel independen adalah BMI, LILA, pertambahan berat badan selama kehamilan, dan konsumsi tablet zat besi, sedangkan variabel dependen adalah status anemia. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil ditemukan hubungan yang bermakna antara LILA (p=0,014), BMI (p=0,014), pertambahan berat badan selama kehamilan (p=0,014), konsumsi tablet zat besi (p=0,014), dan anemia pada ibu hamil. Simpulan indikator status gizi, termasuk BMI, LILA, pertambahan berat badan selama kehamilan, dan konsumsi tablet zat besi, berhubungan secara signifikan dengan anemia pada ibu hamil. Penguatan penilaian status gizi, pemantauan rutin, dan peningkatan kepatuhan terhadap suplementasi zat besi selama pelayanan antenatal care direkomendasikan untuk menurunkan kejadian anemia pada ibu.